Penerima <i>Tax Holiday</i> Diperluas ke 18 Sektor
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir. (FOTO: Medcom.id)
Jakarta: Pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI  memperluas Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan (tax holiday) menjadi 18 sektor. Kebijakan ini untuk meningkatkan investasi dan memperkokoh sektor industri dari hulu hingga hilir.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan perluasan tax holiday ini diberikan kepada kelompok industri pengolahan berbasis pertanian, perkebunan, atau kehutanan dan ekonomi digital.

"Tambahannya industri pengolahan berbasis hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta ekonomi digital 100 persen akan diberikan kalau memenuhi syarat investasinya," ujar Iskandar dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 16 November 2018.

Menurutnya perluasan sektor yang menerima tax holiday cukup signifikan jika dihitung dari jumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pemerintah menambah sebanyak 70 KBLI sehingga total sektor usaha yang mendapat perluasan sektor holiday menjadi 169 KBLI.

"Perluasannya signifikan, ini hanya dilihat dari jumlah sektornya," imbuh dia.

Selain itu, pemerintah menggabungkan dua sektor usaha dalam PMK 35/PMK.010/2018 yakni, industri komputer dan industri smartphone. Pada April lalu, jumlah KBLI yang terdapat dalam PMK Nomor 35 Tahun 2018 sebanyak 153 KBLI. Kini, jumlah tersebut disederhanakan menjadi 99 KBLI.

"Jadi yang dulu itu sudah kami sederhanakan dari 153 menjadi 99 KBLI," tutur Iskandar.

Berikut 18 sektor industri yang mendapatkan tax holiday:
1. Industri logam dasar hulu.
2. Industri pemurnian dan atau pengilangan minyak dan gas bumi dengan atau tanpa turunannya.
3. Industri petrokimia berbasis minyak bumi, gas alam, batu bara dengan atau tanpa turunannya.
4. Industri kimia dasar annorganik.
5. Industri kimia dasar organik.
6. Industri bahan baku farmasi.
7. Industri pembuatan semi konduktor dan komponen utama komputer lainnya.
8. Industri pembuatan peralatan komunikasi.
9. Industri pembuatan komponen utama alat kesehatan.
10. Industri pembuatan komponen utama mesin industri seperti motor listrik.
11. Industri pembuatan komponen utama mesin seperti piston, silinder head.
12. Industri pembuatan komponen robotik.
13. Industri pembuatan komponen utama kapal.
14. Industri pembuatan komponen utama pesawat terbang seperti engine, propeler.
15. Industri pembuatan komponen utama kereta api termasuk mesin atau transmisi.
16. Industri mesin pembangkit tenaga listrik.
17. Infrastruktur ekonomi, jadi infrastruktur ekonomi juga mendapat tax holiday.
18. Industri agriculture.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id