Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Serapan Anggaran PEN Capai 47,75% dari Pagu Rp695,2 Triliun

Ekonomi anggaran Airlangga Hartato Pemulihan Ekonomi Nasional
Suci Sedya Utami • 12 Oktober 2020 17:44
Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) terus meningkat. Hingga 7 Oktober, serapannya mencapai Rp331,94 triliun atau 47,75 persen dari pagu Rp695,2 triliun.
 
Dirinya merinci untuk kesehatan sebesar Rp25,94 triliun (30 persen), perlindungan sosial Rp59,69 triliun (78 persen), sektoral kementerian atau lembaga (K/L) dan pemerintah daerah sebesar Rp27,57 triliun (26 persen), dukungan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Rp90,42 triliun (73 persen), dan insentif usaha Rp28,32 triliun (23 persen).
 
"Realisasi program PEN ini diperkirakan mencapai 99-100 persen di akhir 2020," ujar Airlangga usai rapat terbatas kabinet mengenai Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Senin, 12 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khusus untuk 12 K/L dengan pagu tertinggi, telah terealisasi total sebesar 65,15 persen dari pagu. Adapun 12 K/L tersebut antara lain Kementerian Pertahanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Polri.
 
“Ada beberapa K/L yang penyerapan anggarannya masih di bawah 50 persen, ini masih perlu didorong lagi,” lanjut Airlangga.
 
Sementara itu, mengenai perkembangan penanganan pandemi covid-19, Airlangga melaporkan bahwa tingkat kesembuhan (recovery rate) mencapai 76,48 persen dan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 3,55 persen per 11 Oktober 2020.
 
Kemudian terkait keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di RSDC Wisma Atlet sebesar 48,68 persen dan BOR Flat Isolasi Mandiri sebesar 47,59 persen.
 
Airlangga menuturkan, Presiden Joko idodo meminta penanganan yang lebih mendalam di 12 kabupaten/kota yang punya kasus aktif lebih dari 1.000 antara lain Ambon, Jakarta Utara, Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Jayapura, Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Pekanbaru, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif