Wakil Presiden Jusuf Kalla saat meninjau pohon kakao di Sulawesi Tenggara. MTVN/Ilham Wibowo.
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat meninjau pohon kakao di Sulawesi Tenggara. MTVN/Ilham Wibowo.

Butuh Empat Tahun agar Buah Kakao Bisa Dipanen

Ekonomi kakao
Ilham wibowo • 21 Desember 2015 09:25
medcom.id, Kendari: Kondisi perkebunan kakao di Sulawesi Tenggara perlu beberapa perbaikan. Terlebih dengan kondisi kakao yang baru bisa dipanen ketika sudah berusia empat tahun. 
 
Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian Gamal Nasir mengatakan, lahan perkebunan kakao di Sulawesi Tenggara sejatinya menjadi yang terbesar di Indonesia. Tapi, kondisi saat ini, hampir setengah wilayah tersebut sudah tidak produktif lagi.
 
"Dari 1,7 juta hektar kakao kita saat ini, sudah tua hampir setengahnya," kata Gamal kepada Metrotvnews.com, Minggu (21/11/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Indonesia kini gencar meremajakan pohon kakao tua. Sebab, Indonesia ditargetkan menjadi penghasil kakao terbesar di dunia lima tahun mendatang.
 
Jangka waktu itu terbilang mepet dengan usia panen kakao.  Proses peremajaan buah bahan dasar cokelat ini, kata Gamal, butuh empat tahun hingga akhirnya bisa dipanen.
 
"Pohon kakao yang bagus itu butuh empat tahun dari tanam hingga panen," jelas Gamal.
 
Produksi kakao di Sulawesi Tenggara dinilai sudah cukup baik. Gamal mengatakan, hasil panen kakao beberapa wilayah meningkat semenjak program gerakan revitalisasi nasional kakao yang dilakukan sejak 2009.
 
"Setelah program, petani bisa hasilkan satu ton per hektar per tahun, bahkan beberapa wilayah ada yang dua ton per hektar. Kami upayakan seluruh wilayah seperti itu," tuturnya.
 
Pemerintah Indonesia berambisi menjadikan tanaman kakao menjadi produsen terbesar di dunia lima tahun mendatang. Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman pun siap mewujudkannya.
 
"Kita akan meningkatkan produksi dan produktifitas kakao, Wakil Presiden (Jusuf Kalla) minta agar bisa ditingkatkan produksi sampai tahun kedepan menjadi produksi terbesar di dunia," kata Mentan Amran.
 
Amran mengatakan, guna meningkatkan hasil panen, pohon penghasil bahan dasar cokelat ini akan direhabilitasi dan diremajakan. Anggaran besar pun disiapkan.
 
"Sekarang kita sudah mulai peremajaan (pohon kakao) dengan anggaran tahun ini satu triliun rupiah," jelas dia.
 
Amran yakin peningkatan produksi kakao satu ton per hektar per tahun ini akan mewujudkan target Indonesia menjadi penghasil kakao terbesar di dunia. "Peningkatan produksi targetnya lima tahun ke depan kita terbesar di dunia," kata Mentan.

 
(OGI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif