Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: dok Bank Indonesia
Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: dok Bank Indonesia

BI: Lembaga Internasional Semakin Percaya terhadap Prospek Ekonomi RI

Eko Nordiansyah • 29 Juni 2022 12:52
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil menunjukkan kepercayaan internasional terhadap stabilitas serta proyeksi ekonomi Indonesia ke depan.
 
Fitch kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB (investment grade) dengan outlook stabil, pada 28 Juni 2022. Fitch sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook Stabil pada 22 November 2021.
 
"Pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menilai, saat ini situasi global dipenuhi ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi, peningkatan risiko stagflasi seiring kenaikan suku bunga kebijakan secara global di tengah ekonomi yang baru pulih, serta makin meluasnya kebijakan proteksionisme yang ditempuh oleh berbagai negara.
 
Baca juga: Fitch Pertahankan Rating Investment Grade Indonesia dengan Outlook Stabil

 
Menurutnya, optimisme yang ditunjukan oleh lembaga internasional terhadap Indonesia didukung oleh kredibilitas kebijakan yang tinggi dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara BI dan pemerintah. Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik.
 
"BI merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional," ungkapnya.
 
Perry menambahkan, dukungan bank sentral dalam pembiayaan defisit fiskal melalui pembelian surat berharga pemerintah dipandang dapat membantu mengelola beban bunga. Bahkan ketergantungan Indonesia atas pembiayaan eksternal juga lebih rendah yang diindikasikan oleh kepemilikan investor asing atas surat berharga pemerintah dalam rupiah yang menurun.
 
"Perlu ditekankan dukungan tersebut akan berakhir pada 2022, sehingga tidak menimbulkan risiko bagi kredibilitas kebijakan moneter yang selanjutnya akan memengaruhi persepsi positif investor," pungkas dia.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif