"Jangan, kita enggak setuju," kata Ketua Komisi XI DPR RI, Fadel Muhammad, dalam Rapat Kerja bersama Menteri Keuangan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2015) malam.
Fadel berkata demikian bukan tanpa alasan. Pasalnya, komisi yang dipimpinnya itu khawatir, kalau nantinya pemerintah akan membeli perusahaan tambang yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perusahaan asal Belanda tersebut, menggunakan anggaran pengalihan Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp18,3 triliun dengan skema peleburan atau merger melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).
Sebelumnya, memang sempat timbul pertanyaan mengenai kelanjutan divestasi atau pelepasan saham NNT sebesar tujuh persen kepada pemerintah setelah rencana peleburan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pasalnya PIP ditunjuk pemerintah untuk membeli sisa saham PT NNT.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Hadiyanto, menjelaskan, PIP hanya merupakan instrumen atau perantara membeli tujuh persen sisa saham Newmont. Namun hak tetap berada di tangan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News