"Dalam 5 tahun untuk subsidi BBM sebesar Rp 714 triliun. Untuk bangun infrastruktur hanya Rp 507 triliun, kesehatan hanya 202 triliun. Bener enggak? Bagaimana mungkin kita hanya membakar Rp 717 triliun," ungkap Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (18/11/2014)
Jokowi menjelaskan, dalam APBN 2015 senilai Rp2.039 triliun, pemerintah hanya menganggarkan Rp303 triliun untuk subsidi BBM. Dengan demikian negara mendapatkan dana tambahan Rp100 triliun lebih yang bisa dialokasikan untuk kegiatan produktif seperti pembangunan infrastruktur, transportasi, sektor pendidikan dan kesehatan.
"Dari yang boros harus ke produktif, dari konsumtif ke produktif. Kalau dibuat waduk harganya Rp 400-500 miliar, bisa jadi berapa waduk itu, bisa 1400 waduk. Kalau dibuat jalan, kereta api, misalnya di Sumut naiknya 360 triliun langsung jadi," imbuh dia
"Tahun depan lebih besar lagi. Kalau enggak kita hentikan. Dan ini tidak pernah disadari karena enggak pernah kita naikkan (harga BBM bersubsidi-red)," tutup mantan gubernur DKI Jakarta ini.
Seperti diberitakan, Jokowi resmi menaikan harga BBM di Istana Merdeka pada Senin (17/11/2014). Baik premium maupun solar naik sebesar Rp2.000 per liter. Harga preminum naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter, sedangan solar naik dari Rp5.500 menjadi Rp6.500 per liter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News