Insentif fiskal. Foto : Medcom.
Insentif fiskal. Foto : Medcom.

Kemenperin Rancang Insentif Fiskal untuk Industri Hijau

Ekonomi insentif fiskal Kementerian Perindustrian industri hijau
Ilham wibowo • 01 Oktober 2020 11:02
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal memperluas penerapan konsep industri hijau untuk mempertahankan nilai produk agar dapat digunakan berulang tanpa menghasilkan sampah. Insentif fiskal tengah disusun untuk dimanfaatkan pelaku industri.
 
"Untuk mendukung perluasan penerapan industri hijau di Tanah Air, saat ini Kemenperin sedang menyusun mekanisme fasilitasi insentif untuk industri hijau," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Menurut Doddy, implementasi industri hijau sesuai Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, yang mengarahkan kebijakan peningkatan nilai tambah ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap industri yang telah memenuhi Standar Industri Hijau (SIH), perusahaan akan diberikan Sertifikat Industri Hijau yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Industri Hijau (LSIH). SIH yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian berisikan kriteria terkait upaya efisiensi dan efektivitas sumber daya.
 
Kriteria tersebut misalnya tentang pengaturan batasan rasio penggunaan bahan baku, konsumsi penggunaan energi panas dan listrik, konsumsi penggunaan air, mendorong kegiatan reduce, reuse, dan recycle. Kemudian mendorong penggunaan energi terbarukan, serta mengatur batasan tingkat kesempurnaan kinerja peralatan produksi melalui penghitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE).
 
"Sekarang sedang berjalan penyusunan mengenai Benefit Cost Analysis (BCA) dan kelayakan dari pemberian insentif fiskal industri hijau yang diharapkan menghasilkan justifikasi yang kuat untuk pemberian insentif industri hijau kepada industri yang telah mendapatkan sertifikat industri hijau," imbuhnya.
 
Satu di antara jenis fasilitasi yang telah diberikan Pemerintah yakni fasilitasi pembiayaan proses sertifikasi industri hijau. Sejak 2017-2019, sebanyak 31 perusahaan industri telah mendapatkan fasilitas tersebut dan bakal dilanjutkan untuk 15 perusahaan lainnya hingga 2021.
 
"Sebuah perusahaan industri bisa dikatakan sebagai industri hijau jika dalam proses produksinya telah mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan Industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif