Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP

Sri Mulyani Ungkap Ketimpangan Pemulihan Ekonomi di Pusat dan Daerah

Antara • 23 November 2021 19:05
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ketimpangan antara upaya pemulihan ekonomi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal ini tercermin dari eksekusi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang belum optimal.
 
"Efektivitas dorongan kebijakan APBN dan daerah (APBD) belum sinkron. Pusat mendorong namun daerah justru berhenti. Ini dampak ke perekonomian tidak optimal," katanya dalam Kongres Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) 2021, Selasa, 23 November 2021.
 
Sri Mulyani menyebutkan realisasi belanja APBD per akhir November baru mencapai 59,62 persen atau Rp730,13 triliun dari pagu Rp1.224,74 triliun, padahal hanya tersisa sekitar 1,5 bulan menuju penutupan anggaran pada 24 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini menyebabkan seluruh pemerintah daerah justru mengalami surplus Rp111,5 triliun karena pendapatan mereka lebih besar daripada belanjanya. Menurutnya, situasi ini berbanding terbalik dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mengalami defisit 3,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Oktober 2021 atau mencapai Rp548,9 triliun.
 
"Ini artinya pemerintah pusat mendorong pemulihan dengan countercyclical defisit Rp540 triliun namun daerah justru menahan belanja," tegasnya.
 
Sri Mulyani pun mengingatkan belum optimalnya dan sinkronnya upaya pemerintah pusat dan daerah akan mengurangi daya pemulihan ekonomi dan efektivitasnya dalam memperbaiki kondisi masyarakat.
 
"Jadi ini advice yang harus terus diberikan dan di empower ke pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif