Mitigasi Bencana Dimasukkan untuk Kawasan Ekonomi Khusus
Bencana Alam. Dok;AFP.
Jakarta: Mitigasi bencana kini telah dimasukan dalam program penataan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanah Air. Keberlanjutan investasi perlu direncanakan dengan matang di wilayah dengan predikat rawan bencana.

"Indonesia secara geologis adalah tempat yang rawan bencana. Artinya, ancaman bencana menjadi bagian dari kehidupan kita semua," kata Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo, ditemui di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Oktober 2018.

Meski demikian, kesiapan menangani bencana alam harus menjadi elemen inti kebijakan pembangunan. Salah satu komponen kesiapan itu yakni kebijakan yang membangun kemampuan dan kepastian bahwa ekonomi mampu bertahan terhadap ancaman alam.

"Penyelenggaraan KEK mempunyai arti penting dalam kerangka membangun ketahanan terhadap bencana. Bagi pemulihan kualitas hidup masyarakat di wilayah bencana, KEK bahkan dapat menjadi special force untuk segera menggerakan perekonomian wilayah," ungkapnya.

Ia memaparkan, KEK merupakan kebijakan terkait kemudahan dan insentif yang diberikan kepada dua atau lebih aktifitas ekonomi tertentu, di kawasan tertentu, pada periode tertentu.

Penetapan 12 KEK yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini diharapkan mampu menjadi instrumen pembangunan untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan, mempercepat pemerataan sosial ekonomi dan memperkuat daya saing perekonomian nasional.

"Saat ini dan ke masa depan, dengan berbagai keunggulan terbaik yang dilekatkan atas dirinya, KEK juga dapat diandalkan untuk menjadi instrumen pemulihan ekonomi paska bencana," ujarnya.

KEK perlu hadir untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi dengan lebih cepat dan kuat, menjadi instrumen pendistribusi kesejahteraan, dan pembentuk komponen-komponen daya saing. Kemudian, KEK juga perlu didorong agar dapat maksimal berperan sebagai instrumen kesiapan menghadapi berbagai bentuk fenomena alam seperti perubahan iklim maupun ancaman alam lain.

"KEK harus mampu menjadi instrumen peningkatan kemampuan nasional untuk menghadapi kelangkaan air, ketahanan energi, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat yang menjadi bagian penting tantangan pembangunan saat ini," pungkas dia.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id