Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)

Kampanye Hitam Sawit 5 Kali Lebih Mahal dari Iklan Coca-Cola

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit cpo indonesia-uni eropa
Desi Angriani • 13 April 2019 11:31
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kampanye produk bebas kelapa sawit (palm oil free) di Italia lima kali lipat lebih mahal dan masif dibandingkan iklan coca-cola. Hal tersebut terungkap dalam diplomasi terkait diskriminasi komoditas kelapa sawit di Uni Eropa (UE).
 
"Kampanye produk bebas kelapa sawit lima kali lebih besar dan masif dari pada iklan coca cola," ujar Darmin dalam sebuah jumpa pers, di Gedung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat 12 April 2019.
 
Menurut Darmin, masifnya kampanye negatif terhadap kelapa sawit menimbulkan persepsi yang salah di kalangan warga Eropa. Pasalnya terdapat selisih pemahaman yang besar terhadap produk kelapa sawit maupun kebijakan pengembangannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kampanye hitam sawit sudah berjalan lama dan masif," ungkapnya.
 
Di sisi lain, diskriminasi komoditas sawit merupakan cerminan dari ketidakmampuan UE dalam bersaing. Pasalnya, metodologi dan hipotesa yang digunakan UE tentang risiko dan pengaruh buruk kelapa sawit terhadap perusakan hutan ditetapkan secara sepihak dan tidak sesuai fakta.
 
"Dia merasa kalah bersaing dan dia tidak menghasilkan kelapa sawit," tambah dia.
 
Lebih lanjut Darmin mengungkapkan kelapa sawit memiliki produktivitas yang jauh lebih tinggi atau sekitar 8-10 kali lipat. Denga kata lain, penggunaan lahan sawit jauh lebih kecil dibandingkan vegetable oils lainnya.
 
"Kompetisi antara minyak kelapa sawit dengan minyak rapeseed maupun sunflower," pungkas dia.
 
Untuk diketahui, Uni Eropa merupakan pasar CPO kedua terbesar setelah India. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menunjukkan jumlah ekspor CPO ke Uni Eropa sebesar 4,78 juta ton atau sekitar 14,92 persen dari total ekspor CPO ke berbagai negara.
 
Untuk produk turunan sawit, ekspornya mencapai 32,02 juta ton pada 2018. Sementara ekspor ke India sebanyak 6,71 juta ton, disusul Amerika Serikat 1,21 juta, dan negara lainnya sebanyak 6,44 juta ton.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif