Menkeu Bambang Brodjonegoro -- FOTO: Antara/SIGID KURNIAWAN
Menkeu Bambang Brodjonegoro -- FOTO: Antara/SIGID KURNIAWAN

Diisukan Reshuffle, Menkeu: Terserah

Husen Miftahudin • 28 April 2015 13:03
medcom.id, Jakarta: Beberapa kalangan mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tak ragu mengganti beberapa menteri yang kinerjanya belum mampu mewujudkan program NawaCita. Hal ini dilakukan agar pemerintah dapat mewujudkan janjinya pada saat kampanye lalu.
 
Salah satu menteri yang diisukan di-reshuffle adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro. Menteri Bambang dinilai tidak mampu menanggulangi jatuhnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di angka terendah selama lima tahun belakangan.
 
Mendengar kabar tersebut, Menteri Bambang terlihat pasrah jika dirinya di-reshuffle oleh Presiden Jokowi. "Terserah," kata Bambang singkat seraya meninggalkan para wartawan ketika ditemui di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2015).

Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) meminta agar Presiden Jokowi tak ragu me-reshuffle beberapa menteri yang kinerjanya tak mampu mewujudkan Program NawaCita.
 
Beberapa menteri tersebut adalah Menkeu Bambang Brodjonegoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
 
"Ini urgent dan harus dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Sebab kalau tidak, negara akan terus dirugikan dari penunjukkan langsung oleh proyek-proyek pembangunan infrastruktur, utamanya infrastruktur energi," ujar Sekjen FITRA Yenny Sucipto ditemui beberapa waktu lalu.
 
Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku bahwa pergantian menteri dalam Kabinet Kerja belum dibicarakan. Bahkan menurut JK, belum ada kinerja kementerian dan lembaga yang dilaporkan menurun hingga saat ini.
 
Meski demikian, JK bersama Presiden Jokowi akan terus mengevaluasi kinerja kementerian dalam menjalankan program pemerintah. "Belum, belum dibicarakan. Ini terlalu cepat (reshuffle kabinet). Tapi tentu dievaluasi," papar JK.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan