medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan (menkeu) Sri Mulyani Indrawati enggan merubah target penerimaan negara dalam anggan pendapatan belanja negara (APBN) 2016 meski harga minyak dunia mulai merangkak naik pasca pengurangan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).
Ani, sapaan akrab Sri Mulyani mengatakan, dalam mengelola APBN, pihaknya tentu tak merespons setiap hari kejadian yang muncul. Pemerintah, kata Ani harus menyesuaikan dalam konteks satu tahun anggaran.
"Kalau setiap kali ada kejadian saya memberikan statement, maka akan memberikan kebingungan," kata Ani di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2016).
Lagi pula, kata dia, APBN 2017 belum dimulai. Pemerintah akan terfokus pada penyelesaian tahun anggaran 2016. Dirinya menambahkan, semua asumsi yang telah ditetapkan di APBN 2017 masih menjadi patokan untuk saat ini.
"Karena sudah jadi UU, ya kita kelola saja," ujar dia.
Sebelumnya, Ani mengatakan pengaruh harga minyak yang naik cukup beragam yakni pendapatan pajak penghasilan (PPh) migas maupun pendapatan negara bukan pajak (PNBP) SDA.
"Setiap dolar AS berarti ada pengaruhnya, Rp800 miliar positif," kata Ani.
Asal tahu saja, dalam APBN 2017 telah ditetapkan target penerimaan negara Rp1.750,3 triliun yang mana di dalamnya terdapat PNBP SDA Rp87 triliun serta PPh migas Rp35,9 triliun dengan asumsi harga minyak atau ICP USD45 per USD dengan lifting minyak 815 ribu barel per hari.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan