Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Negara Gelontorkan Rp95 Triliun untuk Ketahanan Pangan Tahun Depan

Antara • 20 September 2022 18:42
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan anggaran mencapai Rp95 triliun untuk ketahanan pangan 2023, yang meliputi ketersediaan, akses, hingga peningkatan kualitas pangan.
 
"Di bidang ketahanan pangan ini kita akan menganggarkan Rp95 triliun untuk mendorong peningkatan ketersediaan akses dan kualitas pangan," kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta dalam Raker bersama Banggar DPR RI, dilansir Antara, Selasa, 20 September 2022.
 
Anggaran ketahanan pangan tersebut naik 0,9 persen dibandingkan outlook tahun ini sebesar Rp94,1 triliun. Serta sempat mengalami penurunan pada 2020 yang hanya Rp73,6 triliun dibandingkan pada 2019 sebesar Rp100,2 triliun.
 
Baca juga: Jangan Khawatir, Pemerintah Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil 

Secara rinci, anggaran ketahanan pangan Rp95 triliun itu mencakup anggaran ketahanan pangan oleh Belanja Pemerintah Pusat Rp72,9 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp22,1 triliun.
 
Isa menjelaskan arah kebijakan anggaran ketahanan pangan ini juga untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan strategis serta mendorong terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian dan perikanan yang berdaya saing.
 
Kemudian mendorong pemanfaatan teknologi dan data, pengembangan iklim inovasi serta memperkuat sistem logistik pangan nasional, dan transformasi sistem pangan berkelanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya juga mengakselerasi penyelesaian pembangunan infrastruktur sistem irigasi dan bendungan atau waduk.
 
Sementara itu, anggaran ketahanan pangan ini akan dialokasikan kepada beberapa kementerian seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PUPR, hingga Bappenas.
 
Adapun target pemanfaatan anggaran ketahanan pangan oleh Belanja Pemerintah Pusat (BPP) meliputi kawasan fasilitas penerapan budidaya padi 279,55 ribu hektare dan kawasan fasilitas penerapan budi daya jagung 40 ribu hektare.
 
Berikutnya, kawasan kedelai 350 ribu hektare, bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan 9.275 unit, bantuan benih dan calon induk ikan 118 juta ekor serta bantuan sarana chest freezer atau peti belu 300 unit.
 
Pembangunan bendungan lanjutan 23 unit dan bendungan baru tujuh unit, pembangunan jaringan irigasi 6.900 hektare dan rehabilitasi jaringan irigasi 98.700 hektare melalui Kementerian PUPR dan 3.213 hektare melalui Kementan.

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif