Pajak. Foto: MI.
Pajak. Foto: MI.

Penjelasan DJP Mengenai Penurunan Pembayaran saat Terjadi Kenaikan Wajib Pajak

Antara • 30 November 2022 12:58
Batam: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjelaskan faktor penyebab jumlah pembayaran pajak yang menurun di tengah meningkatnya para pendaftar Wajib Pajak (WP) sepanjang triwulan III-2022.
 
baca juga:
 
Penerimaan Pajak dari Pemanfaatan PPS di NTT Capai Rp195,1 Miliar

Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aim Nursalim Saleh menjelaskan ada kemungkinan masyarakat mengajukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk kebutuhan administrasi semata.
 
"Kita akan teliti yang tadi penambahan wajib pajak baru, kita teliti lagi. Kenapa mereka mau daftar NPWP? misalnya bisa jadi syarat untuk bekerja, tapi kemudian setelah bekerja belum beres udah PHK, misalnya gitu, bisa jadi, jadi on and off ini yang akan kita teliti terus," ujar Aim, dikutip dari Antara, Rabu, 30 November 2022.
 
Selain itu, faktor penurunan pajak lainnya adalah adanya peraturan yang menetapkan pelaku UMKM yang beromzet di bawah Rp500 juta per tahun tidak dikenakan pajak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam acara temu media DJP tersebut, Kementerian Keuangan melaporkan sepanjang triwulan III-2022 jumlah wajib pajak baru mencapai 3,85 juta WP dengan jumlah pembayaran Rp3,22 triliun.
 
Sedangkan, sepanjang 2021 jumlah WP baru sebanyak 3,47 juta WP dengan jumlah pembayaran mencapai Rp7,74 triliun. Dengan data tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa penambahan jumlah WP baru lebih banyak sepanjang triwulan III-2022, dibandingkan selama 2021.
 
Namun, jumlah pendaftar yang lebih banyak tidak berarti jumlah pembayaran pajak ikut meningkat, karena jumlah pembayaran sepanjang 2021 masih lebih banyak dibandingkan triwulan III-2022.
 
Kepala Subdirektorat Humas Dwi Astuti Direktorat DJP menambahkan saat ini banyak UMKM beromzet di bawah Rp500 juta yang mendaftar NPWP, tetapi belum diberi kewajiban membayar pajak.
 
Dengan demikian, hal ini juga menandakan semakin banyaknya pertumbuhan usaha kecil di Tanah Air, yang dimudahkan oleh pemerintah melalui pembebasan pembayaran pajak.
 
"Mungkin salah satu penyebabnya yang terdaftar sebagai WP baru itu adalah UMKM orang pribadi, yang omzetnya (di bawah) Rp500 juta kan tidak bayar pajak. Jadi dia terdaftar, tapi memang tidak harus bayar (pajak) karena omzetnya belum sampai Rp500 juta, itu juga menjadi salah satu penyebab," kata Dwi.
 
DJP memastikan akan terus mengoptimalkan pendapatan pajak di sisa 2022 ini dan 2023, karena masih banyak potensi yang bisa digali dari para WP.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif