Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Revisi DNI Buka 20 Bidang Usaha untuk Asing

Ekonomi paket kebijakan ekonomi daftar negatif investasi
Desi Angriani, Suci Sedya Utami • 11 Februari 2016 15:53
medcom.id, Jakarta: Pemerintah menyebutkan revisi daftar negatif investasi (DNI) membuka 20 bidang usaha untuk asing dengan besaran saham tertentu, yang sebelumnya dikuasai penanaman modal dalam negeri (PMDN) 100 persen.
 
Demikian disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution, dalam konferensi pers saat mengumumkan paket kebijakan ekonomi X, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/2/2016).
 
Bidang usaha itu antara lain jasa pelayanan penunjang kesehatan (67 persen), angkutan orang dengan moda darat (49 persen); industri perfilman termasuk peredaran film (100 persen); instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi/ekstra tinggi (49 persen).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun perubahan komposisi saham PMA dalam DNI yakni:
 
1. Porsi kepemilikan 30 persen sebanyak 32 bidang usaha, yaitu antara lain budidaya hortikultura, perbenihan hortikulutura, dan sebagainya. Tidak berubah karena mandat UU.
 
2. Porsi 33 persen sebanyak tiga bidang usaha, yaitu distributor dan pergudangan meningkat menjadi 67 persen, serta cold storage meningkat menjadi 100 persen.
 
3. Porsi 49 persen sebanyak 54 bidang usaha, di mana 14 bidang usaha meningkat menjadi 67 persen seperti pelatihan kerja, biro perjalanan wisata, lapangan golf, jasa penunjang angkutan udara, dan sebagainya); dan delapan bidang usaha meningkat menjadi 100 persen (seperti: sport center, laboratorium pengolahan film, industri crumb rubber, dan sebagainya); serta 32 bidang usaha tetap 49 persen, seperti fasilitas pelayanan akupuntur.
 
4. Porsi 51 persen sebanyak 18 bidang usaha, yang mana 10 bidang usaha meningkat menjadi 67 persen seperti museum swasta, jasa boga, jasa konvensi, pameran dan perjalanan insentif; dan satu bidang usaha meningkat menajdi 100 persen yaitu restoran; serta tujuh bidang usaha tetap 51 persen, seperti pengusahaan pariwisata alam.
 
5. Porsi 55 persen sebanyak 19 bidang usaha, di mana semuanya bidang usaha meningkat menjadi 67 persen, yaitu jasa bisnis/jasa konsultasi konstruksi dengan nilai pekerjaan di atas Rp10 miliar.
 
6. Porsi 65 persen sebanyak tiga bidang usaha, di mana tiga bidang usaha meningkat menjadi 67 persen, seperti penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan jasa telekomunikasi, penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan jasa telekomunikasi, dan sebagainya.
 
7. Porsi 85 persen sebanyak delapan bidang usaha, di mana satu bidang usaha meningkat menjadi 100 persen, yaitu industri bahan baku obat; dan tujuh bidang usaha lainnya tetap karena UU, seperti sewa guna usaha, dan sebagainya.
 
8. Porsi 95 persen sebanyak 17 bidang usaha, di mana lima bidang usaha meningkat menjadi 100 persen seperti pengusahaan jalan tol, pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi/tes laboratorium, dan sebagainya); dan 12 bidang usaha tetap 95 persen karena UU seperti usaha perkebunan dengan luas 25 ha atau lebih yang terintegrasi dengan unit pengolahan dengan kapasitas sama atau melebihi kapasitas tertentu, dan sebagainya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif