Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Tarif Cukai Vape Naik Januari 2020

Ekonomi rokok elektrik
Desi Angriani • 14 November 2019 06:00
Labuan Bajo: Pemerintah berencana menaikkan tarif cukai rokok elektronik (vape) pada Januari 2020. Kenaikan itu seiring penaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen.
 
"Kalau vape ada kenaikan baru inline dengan kenaikan tarif rokok konvensional. Tentu ini akan mengikuti paralel per 1 januari 2020," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dalam diskusi Pemasukan dan Pemanfaatan APBN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu 13 November 2019.
 
Namun tarif penaikan tersebut masih dihitung oleh Kementerian Keuangan. Besaran tarif, kata Heru bakal disetor ke DPR untuk mendapat persetujuan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berapanya dan kapan menunggu," imbuh dia.
 
Saat ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menetapkan cukai vape sebesar 57 persen dari harga jual eceran (HJE). Tarif tersebut diberlakukan selama belum ada keputusan penaikan tarif dari pemerintah.
 
"Maka kita tetapkan vape harus kena cukai dengan tarif 57 persen dari HJE," ujar dia.
 
Heru menjelaskan pengenaan tarif tersebut berdasarkan prinsip bahwa vape merupakan produk tembakau dengan versi lain. Hal itu sudah diatur dalam Undang-undang tentang Bea dan Cukai.
 
"Meski bentuknya sudah dimodifikasi dari tembakau tradisional dia tetap termasuk ke dalam definsi tembakau sehinga dia tunduk ke UU cukai," sambung Heru.
 
Ia menambahkan pengenaan tarif cukai merupakan upaya intensifikasi cukai hasil tembakau sekaligus instrumen pemerintah untuk mengendalikan konsumsi dan mengawasi peredaran vape ilegal.
 
"Ini dua instrumen kebijakan yang kita sudah implementasikan tadi sebagai tindak lanjut prinsip cukai yaitu kendalikan konsumsi dan mengendalikan peredarannya," pungkas dia.
 
Pemerintah sebelumnya memutuskan tarif cukai rokok naik menjadi sebesar 23 persen dan harga rokok eceran naik menjadi 35 persen. Keputusan itu berlaku per 1 Januari 2020.
 
Dari penaikan itu, pemerintah memproyeksikan penerimaan cukai tahun depan bisa mencapai Rp173 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
Adapun keputusan penaikan tarif cukai rokok bertujuan untuk mengurangi konsumsi dan peredaran rokok ilegal, mengatur industri, serta menambah penerimaan negara.

 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif