Ilustrasi Gedung BI. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi Gedung BI. (FOTO: MI/Ramdani)

BI Punya Ruang Turunkan Bunga Acuan 50 Bps Tahun ini

Ekonomi bank indonesia bi rate suku bunga repo
Desi Angriani • 20 Maret 2019 12:18
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dinilai memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga kebijakannya sebanyak 50 basis poin (Bps) tahun ini. Kebijakan itu dapat terjadi jika arus masuk modal portofolio terus berlangsung dan bank sentral dapat mengumpulkan cadangan devisa yang memadai.
 
Namun dalam Rapat Dewan Gubernur nanti, Bank Indonesia masih perlu mempertahankan suku bunga kebijakannya. Hal tersebut dapat berlangsung selama upaya pemerintah memperbaiki defisit transaksi berjalan terlihat menjanjikan.
 
"Akan tetapi, untuk saat ini, masih lebih tepat untuk menunggu dan melihat perkembangan pasar sampai bulan depan," ujar Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu menuturkan kepada Medcom.id, Rabu, 20 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya inflasi saat ini terus mendekati batas bawah dari target inflasi bank sentral sebesar 2,5 persen. Inflasi umum kembali menurun di Februari 2019 dengan nilai yang lebih rendah dari perkiraan sebesar 2,57 persen (yoy) dari 2,82 persen (yoy) pada Januari 2019.
 
Selain itu, tren apresiasi Rupiah agak tertahan di level Rp14.200 per USD. Namun begitu, rupiah relatif terkendali dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya atau menempati posisi ketiga setelah Thailand dan Filipina. Karena itu, BI perlu menahan bunga acuannya di level enam persen.
 
"Bank Indonesia perlu menahan suku bunga kebijakannya bulan ini," imbuh dia.
 
Di sisi lain, neraca perdagangan menunjukkan sinyal pemulihan karena negara mencatat surplus USD329,5 juta pada Februari atau surplus pertama sejak September tahun lalu. Surplus tersebut sebagian besar disebabkan oleh penurunan impor yang tajam yakni berkurang 18,6 persen akibat impor migas dan non-migas yang lebih rendah.
 
Lebih rinci, sektor non-migas mencatat surplus sebesar USD0,79 miliar. Penurunan impor non migas yang signifikan didominasi oleh mesin dan peralatan listrik (HS 85), yang sebagian dapat dijelaskan oleh berkurangnya ekspansi bisnis berorientasi ekspor akibat tren penurunan harga komoditas global.
 
"Defisit transaksi berjalan bisa membaik secara signifikan di triwulan I-2019; surplus neraca perdagangan Februari cukup membantu," pungkas dia.
 
Sebagai informasi, sepanjang 2018 BI telah menaikkan suku bunga acuan BI 7DRRR sebanyak 175 basis poin pada Mei-November. Suku bunga acuan kini berada di level enam persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif