BI Diminta Siapkan Instrumen Penampung Dana Amnesti Pajak
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta segera mengantisipasi potensi dana keluar setelah berakhirnya masa penguncian dana (lock up) repatriasi amnesti pajak pada pertengahan 2019.

Kedua regulator tersebut disarankan menerbitkan instrumen baru untuk penampungan dana amnesti pajak jika tidak ingin terjadi dana keluar yang bisa semakin memperketat likuiditas perbankan.

"BI dan OJK akan kerja sama untuk menerbitkan instrumen yang atraktif untuk menanggulangi pemindahan dana," kata Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.

Wisnu mengaku mendengar BI dan OJK sedang menyiapkan instrumen tersebut. Menurutnya instrumen itu perlu segera dikeluarkan agar pemilik dana repatriasi dapat menyesuaikan dengan cukup waktu untuk memindahkan dananya.

Dana repatriasi yang masuk pada periode amnesti pajak di 2016 terjadi di kuartal III atau periode Agustus-Oktober. BI dan OJK disarankan dapat menerbitkan instrumen itu sebelum kuartal III-2019.

Instrumen tersebut juga perlu ditawarkan dengan imbal hasil yang tinggi mengingat saat ini negara-negara peers atau negara dengan kapasitas ekonomi setara dengan Indonesia juga cenderung untuk terus menaikkan suku bunga.

"Perlu juga ada insentif untuk allowance agar mereka mau menyimpan dana itu di dalam (negeri)," pungkas Wisnu.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id