Menkeu Sri Mulyani. Foto : AFP.
Menkeu Sri Mulyani. Foto : AFP.

Lebih Baik dari Tahun Lalu! Defisit APBN hingga September hanya 2,74%

Ekonomi Sri Mulyani defisit anggaran APBN 2021 pandemi covid-19 corona di indonesia
Husen Miftahudin • 25 Oktober 2021 18:55
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati girang defisit APBN hingga September 2021 hanya mencapai Rp452 triliun. Pasalnya, angka ini hanya setara 2,74 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Selain itu, angka tersebut juga jauh dari proyeksi yang tertuang dalam APBN 2021. Adapun perkiraan defisit dalam APBN 2021 mencapai Rp1.006,4 triliun atau setara 5,70 persen terhadap PDB.
 
"Keseluruhan postur APBN kita mengalami defisit Rp452 triliun. Dibandingkan tahun lalu yang defisitnya Rp681,4 triliun, ini penurunannya 33,7 persen dari defisit tahun lalu," ujar Sri Mulyani Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA secara virtual, Senin, 25 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Defisit itu terjadi karena pendapatan negara yang terkumpul hingga akhir bulan lalu tersebut sebesar Rp1.354,8 triliun. Angka ini naik 16,8 persen dari periode sama tahun lalu yang hanya terkumpul sebanyak Rp1.160,0 triliun.
 
Adapun pendapatan negara tersebut terdiri dari penerimaan pajak yang mencapai Rp850,1 triliun atau tumbuh 13,2 persen (yoy), kepabeanan dan cukai sebesar Rp182,9 triliun atau naik 29,0 persen (yoy), serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak Rp320,8 triliun atau meningkat 22,5 persen (yoy).
 
Sementara itu, total belanja negara pada saat yang sama sudah mencapai Rp1.560,8 triliun. Jumlah ini setara dengan 65,7 persen dari APBN 2021 yang ditetapkan sebanyak Rp2.750,0 triliun.
 
Meski demikian, belanja negara ini mengalami kontraksi 1,9 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.841,3 triliun. Ini terutama terjadi karena terjadinya penurunan pada belanja non kementerian/lembaga (k/l) sebanyak 8,3 persen, dari Rp579,5 triliun menjadi Rp531,3 triliun.
 
Untuk belanja k/l, lanjut Sri Mulyani, tercatat sebanyak Rp734,0 triliun atau tumbuh 16,1 persen dari posisi di 2020 sebesar Rp632,2 triliun. Adapun belanja k/l ini setara dengan 71,1 persen dari APBN 2021 yang ditetapkan sebesar Rp1.032,0 triliun.
 
Realisasi belanja negara juga berasal dari Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang sebesar Rp541,5 triliun, terkontraksi 14 persen dari Rp557,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka TKDD hingga 30 September 2021 ini setara 68,1 persen dari pagu Rp795,5 triliun.
 
TKDD terdiri dari transfer ke daerah yang mencapai Rp491,3 triliun, terkontraksi 14,1 persen (yoy). Kemudian dana desa yang sudah terealisasi sebesar RpRp50,2 triliun atau minus 13 persen (yoy).
 
"Ini sekali lagi menggambarkan bahwa konsolidasi fiskal berjalan, dan juga secara tidak langsung pemulihan ekonomi sudah sesuai dengan yang kita terus harapkan," pungkas Sri Mulyani.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif