| baca juga: Kolaborasi TPID Berhasil Tekan Laju Inflasi di NTT |
"Meskipun terdapat sejumlah masalah dan tantangan serta deselerasi tetapi perekonomian NTT pada 2022 sudah berangsur pulih dan akan terus berlanjut hingga 2023 dengan proyeksi bertumbuh pada kisaran 4,31-5,11 persen," katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 6 Desember 2022.
Ia mengatakan perekonomian NTT berangsur pulih sejalan dengan pertumbuhan berbagai sektor seperti pertanian, perdagangan, dan pariwisata, yang meningkat. Laiskodat mengatakan tren pemulihan ekonomi ini merupakan suatu kecerahan dan dinamika tersendiri bagi kelanjutan momentum pemulihan ekonomi dan pembangunan.
"Pemulihan ini didorong oleh kerja-kerja kolaborasi, sinergi, dan inovasi yang memperkuat ketahanan dan kebangkitan menuju NTT maju," katanya.
Laiskodat mengatakan selain menjalankan fungsi elemen game changer terkait pandemi covid-19, pemerintah akan terus menjaga dan mengoptimalkan upaya pemulihan ekonomi dengan membuka dan memperluas sektor produktif.
Selain itu pemerintah NTT juga akan mendorong pembiayaan yang terintegrasi, seperti semangat dan sistem ekosistem pada Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), ekosistem peternakan, dan lainnya.
Ia mengatakan pemerintah provinsi (pemprov) juga terus mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku pasar dan lainnya.
Selain itu mendorong percepatan realisasi anggaran, elektronifikasi penerimaan pemerintah, iklim investasi yang kondusif melalui sinergi bauran kebijakan, percepatan akses keuangan daerah, dan lainnya yang diperlukan sesuai kondisi permasalahan di masyarakat atau daerah.
Laiskodat juga mengajak semua elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, agar terus memperkuat sinergi untuk mengendalikan inflasi daerah agar perekonomian NTT terus melanjutkan tren pertumbuhan sesuai proyeksi yang ada.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News