Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia - - Foto: Medcom
Ilustrasi grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia - - Foto: Medcom

Pola Pertumbuhan Ekonomi Dekati Normal, Ini Indikatornya

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Penanganan Covid-19 Perekonomian Indonesia
M Ilham Ramadhan • 10 Mei 2022 10:41
Jakarta: Kinerja ekonomi Indonesia triwulan I-2022 dinilai telah mengarah pada level sebelum pandemi covid-19 merebak. Berbagai mesin pertumbuhan mulai menunjukkan arah positif, membaik dari capaian dua tahun terakhir.  
 
Ekonom senior Ari Kuncoro mengatakan pola pertumbuhan ekonomi kali ini telah menyerupai kondisi normal sebagaimana rilis Badan Pusat Statistik (BPS).
 
"Memang sebelumnya ada perkiraan tahun ini akan rendah, tapi dengan pertumbuhan sekarang ini di 5,01 persen, ini terlihat seperti kembali ke normal. Ini juga banyak didukung oleh sektor manufaktur dan kemudian diikuti oleh perdagangan," ujar Ari dikutip Selasa, 10 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laju pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini menurutnya banyak ditopang oleh geliat industri manufaktur. Indikasi itu terlihat sebelum memasuki Ramadan dan Idulfitri, di mana masyarakat mulai berbelanja barang-barang tahan lama.  

 
Kenaikan konsumsi masyarakat itu kemudian membentuk Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia yang naik ke level 51,9 di April 2022. Alhasil, kinerja perdagangan juga tumbuh dan turut mengerek laju ekonomi nasional.
 
"Pertumbuhan manufaktur dan perdagangan itu bisa membawa perekonomian ke pola normal. Kelihatannya, sebelum Lebaran orang sudah mulai melakukan ancang-ancang, menaikkan konsumsinya, dari income 100 persen, 74,4 persen itu dibelanjakan," terang Ari.
 
Dari data BPS, industri manufaktur mengalami pertumbuhan 5,07 persen (year on year/yoy) dengan distribusi mencapai 19,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan perdagangan tercatat tumbuh 5,71 persen (yoy) dengan distribusi terhadap PDB sebesar 13,09 persen.
 
Adapun konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 4,34 persen (yoy) dengan distribusi terhadap PDB sebesar 53,65 persen dari sisi pengeluaran. Alhasil ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,01 persen (yoy) di triwulan I-2022.
 
Kendati begitu, Ari menyatakan, perkembangan itu perlu untuk terus dipantau. Sebab, memasuki triwulan II sejumlah kebijakan baik di tingkat global maupun domestik akan mempengaruhi.  
 
"Ini perlu kita lihat efeknya akan bisa dipertahankan atau tidak di triwulan berikutnya, karena kita tahu ada kenaikan harga sejumlah komoditas, normalisasi The Fed," tutur Ari.  
 
Namun dia berkeyakinan, penanganan pandemi masih menjadi kunci penting untuk mendorong dan menjaga momentum pertumbuhan. Bila wabah tertangani, menurut Ari, konsumsi rumah tangga akan mengatrol angka pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Jadi ini masih bergantung penanganan covid, baiknya kita lihat saja, kalau itu bisa dijaga maka momentum pertumbuhan yang baik ini bisa tetap terjaga," pungkas Ari.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif