Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Defisit 2014 Ditekan ke 2,26%, Ciptakan Anggaran Lebih dari Rp19 T

Suci Sedya Utami • 05 Januari 2015 17:32
medcom.id, Jakarta: Pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, mengatakan realisasi defisit anggaran tahun anggaran 2014 mampu ditekan pada level 2,26 persen.
 
Pencapaian ini tentu lebih rendah dari yang telah ditargetkan bersama DPR dalam pembahasan APBN-P 2014 tahun lalu sebesar 2,4 persen. Namun dirinya mengatakan angka ini belum final karena perhitungannya masih terus diperbarui hingga pertengahan bulan ini.
 
"Defisit APBN ada kemungkinan bisa ditekan lagi ke bawah 2,26 persen," terang Bambang, dalam konferensi pers Perkembangan Ekonomi Makro dan Realisasi APBNP 2014, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2015).

Dalam target APBNP 2014, defisit anggaran yang dipasang yakni Rp241,5 triliun. Namun dalam realisasinya yaitu Rp227,4 triliun. Dengan adanya defisit yang lebih kecil dari target, maka ada sisa lebih pembiayaan anggaran atau anggaran lebih (SiLPA) Rp19 triliun.
 
Bambang mengakui, memang terjadi shortage di sisi penerimaan negara. Penerimaan negara dalam APBNP 2014 ditargetkan Rp1.246,1 triliun, namun kenyataannya hanya Rp1.143,3 triliun hingga 31 Desember 2014 yang berasal dari perpajakan.
 
"Dari perpajakan (pajak dan bea cukai) realisanya hanya 91,7 persen dari target di APBN-P," kata dia.
 
Untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), ada sedikit peningkatan dari target Rp386,9 triliun dapat dicapai Rp390,7 triliun.
 
"Memang harga minyak turun, tapi kurs juga ikut melemah dan faktor kurs melemah ini mengakibatkan PNBP khususnya migas meningkat," tutur Bambang.
 
Selain itu dari sisi belanja negara, untuk Kementerian dan Lembaga yang dianggarkan Rp602,3 triliun hanya digunakan Rp562,5 triliun atau hanya 93,4 persen.
 
"Jadi yang tadinya kita perkirakan akan mencapai 95 persen ternyata hanya 93,4 persen," ucapnya.
 
Sementara itu, untuk non Kementerian dan Lembaga, seperto subsidi BBM Rp678,1 triliun yang dianggarkan hanya terpakai Rp628,3 triliun atau 92,7 persen. Penyerapan subsidinya di bawah dari yang dianggarkan. Transfer ke daerah, lanjut dia, relatif penuh dari Rp596,5 triliun yang dipagukan dalam APBNP 2014, yang disalurkan Rp573,8 persen atau 96,2 persen.
 
Untuk keseimbangan primer pencapaiannya lebih baik dari yang diperkirakan. Defisit primer yang dipagukan yakni Rp106 triliun, defisit primer sementara sebesar Rp94 triliun.
 
"Jadi pembiayaan yang kita anggarkan Rp254,9 triliun akhirnya yang direalisasikan hanya Rp261,7 triliun," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan