Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate.  FOT : MI/Ramdani
Sekjen DPP Partai NasDem Johnny G Plate. FOT : MI/Ramdani

Wakil Rakyat Ingin Kenaikan Cukai Rokok Lebih Tinggi

Ekonomi cukai rokok palsu
Suci Sedya Utami • 23 September 2019 14:27
Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi NasDem Johnny G Plate memandang kenaikan cukai rokok rata-rata sebesar 23 persen masih kurang tinggi. Johnny mengatakan bahkan pemerintah bisa menaikan cukai hasil tembakau tersebut hingga 100 persen.
 
Johnny mengatakan jika dibandingkan dengan negara lain, tarif cukai yang dikenakan di Indonesia masih relatif kecil. Kendati demikian Johnny mendukung upaya pemerintah yang menaikkan cukai untuk 2020 terutama ditujukan sebagai upaya preventif dari sisi kesehatan.
 
"Cukai kita enggak seberapa naiknya 23 persen, naik masih sangat kecil dibandingkan dengan negara lain, satu bungkus rokok bisa dihargai USD10-USD15 karena cukainya besar di sana," kata Johnny pada Medcom.id di Jakarta, Senin, 23 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Johnny mengatakan masih rendahnya tarif cukai di Tanah Air menjadi salah satu penyebab kecanduan merokok mulai sejak usia anak-anak. Dia bilang penerapan cukai tinggi akan mencegah kecanduan rokok karena harganya menjadi tidak terjangkau.
 
Selain itu, Johnny meyakini kenaikan cukai juga bisa mencegah angka kemiskinan. Sebab seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), cukai menjadi salah satu penyumbang utama kemiskinan. Hal tersebut, kata Johnny, karena harganya terjangkau sehingga masyarakat miskin juga bisa membeli.
 
Selain itu, lanjut Johnny, kenaikan cukai rokok juga bisa membuat masyarakat untuk memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan penting. Masyarakat akan lebih selektif lagi untuk membeli barang-barang kebutuhan.
 
Dia bilang belanja prioritas rumah tangga nantinya akan lebih berhubungan langsung dengan peningkatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Misalnya memperbaiki asupan gizi yang nantinya akan mempengaruhi kualitas SDM.
 
"Kalau harganya masih di dalam daya beli yang biasa-biasa saja maka dia masih masuk dalam urutan prioritas belanja. Tapi kalau sudah sangat tinggi dan signifikan maka daftar belanja masyarakat juga akan selektif. Itu salah satu usaha untuk mencegah kecanduan merokok," tutur dia.
 
Sekjen Partai NasDem ini menambahkan pemerintah masih memiliki kekurangan pembiayaan penyakit dalam hal ini dana untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dengan kenaikan cukai, pemerintah akan mendapatkan tambahan penerimaan negara yang bisa dialokasikan untuk menambal kekurangan biaya BPJS Kesehatan.
 
"Ini kalau dikendalikan harga melalui cukai diharapkan lebih bermanfaat, satu ada penerimaan negara bisa digunakan untuk perlindungan pencegahan penyakit. Serta secara otomatis dari mekanisme pasar masyarakat menyusun kembali prioritasnya," jelas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif