Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah Demi Memperkuat Daya Saing

Ekonomi daya saing indonesia ekonomi indonesia Daya Saing
Husen Miftahudin • 11 Juni 2019 17:08
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui nilai tukar rupiah rentan terhadap faktor eksternal. Apalagi, gejolak ekonomi global dari ketidakpastian hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok membuat mata uang Garuda tersebut bergerak fluktuatif dan cenderung melemah.
 
Kondisi itu membuat pemerintah mencari cara untuk memperbaiki dan menjaga kondisi nilai tukar rupiah. Sebab, menjaga nilai tukar yang stabil dapat memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi secara konsisten.
 
"Nilai tukar rupiah yang stabil namun fleksibel merupakan instrumen kebijakan makro yang penting untuk menjaga ekonomi Indonesia dari shock dan tekanan," kata Sri Mulyani dalam tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi DPR di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, upaya perbaikan nilai tukar dilakukan dengan memperbaiki kinerja ekspor barang dan jasa serta pendalaman sektor keuangan. Selain itu, memperbaiki iklim investasi karena mempengaruhi posisi neraca transaksi modal dan finansial.
 
"Persoalan tersebut telah dan akan menjadi agenda perekonomian kita," tegas Sri Mulyani.
 
Di sisi lain, lanjutnya, perbaikan struktural diperlukan untuk memperkuat daya saing ekonomi domestik, penguatan sektor riil dan pendalaman sektor industri, perbaikan infrastruktur, serta penyederhanaan aturan atau deregulasi.
 
Sri Mulyani menegaskan, produk Indonesia harus memiliki daya saing baik untuk ekspor maupun di pasar domestik. Perbaikan iklim investasi dan penyederhanaan regulasi juga akan mendorong arus investasi masuk ke Indonesia.
 
"Dengan langkah tersebut arus modal dan perdagangan barang dan jasa akan dapat diseimbangkan atau bahkan menjadi surplus sehingga mendorong akumulasi cadangan devisa nasional dan juga berdampak pada perbaikan nilai tukar," jelas dia.
 
Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan terus melakukan pendalaman pasar keuangan. Baik melalui peningkatan kapasitas sektor keuangan, pengembangan instrumen keuangan, maupun koordinasi kebijakan untuk memperkuat sektor keuangan.
 
"Pendalaman pasar keuangan dimaksudkan tidak hanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor riil, tetapi juga untuk lebih menjamin likuiditas dan stabilitas pasar keuangan dalam negeri," bebernya.
 
Selain itu, pemerintah juga terus mempersiapkan strategi kerja sama internasional dan bilateral yang dapat membantu stabilisasi nilai tukar. Hal ini sebagai strategi yang disiagakan sebagai buffer penguatan cadangan devisa bila diperlukan.
 
"Dengan semakin kuatnya pasar keuangan, tentu Indonesia akan lebih mampu mengatasi tekanan-tekanan eksternal yang juga akan berpengaruh pada stabilitas nilai tukar," pungkas Sri Mulyani.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif