Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Begini Arah Kebijakan Pembiayaan Investasi 2021

Ekonomi investasi Kementerian Keuangan
Despian Nurhidayat • 16 November 2020 16:13
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan arah kebijakan pembiayaan investasi untuk tahun depan dengan nilai Rp184,45 triliun.
 
"Investasi 2021 itu untuk mendorong penguatan kualitas SDM sehingga berdaya saing dan memenuhi keadilan antar generasi," kata Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rachmatawarta dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, yang dikutip dari MediaIndonesia.com, Senin, 16 November 2020.
 
Ia mengatakan selain untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM), investasi tahun depan juga digunakan sebagai pendukung akselerasi pembangunan infrastruktur yang tetap menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Isa menuturkan, akselerasi pembangunan infrastruktur ditujukan untuk mendukung sarana dan prasarana transportasi pariwisata serta ketahanan energi.
 
"Ini juga mungkin ada infrastruktur untuk kemandirian alutsista dan tentu meningkatkan daya saing investasi dari keseluruhan," kata Isa.
 
Ia menjelaskan hal yang termasuk dalam rencana untuk akselerasi tersebut adalah PMN untuk PT PLN Rp5 triliun, Hutama Karya Rp6,20 triliun, PT PAL Rp1,3 triliun, Pelindo 3 Rp1,2 triliun, ITDC Rp0,47 triliun dan Kawasan Industri Wijayakusuma Rp977 miliar.
 
Kemudian, untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Ultra Mikro (UMi), dan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 
Isa mengatakan penguatan akses kelembagaan dan pembiayaan perumahan bagi MBR ini sekaligus untuk pengembangan yang lain termasuk penataan industri asuransi sehingga ada untuk PT BPUI Rp20 triliun dan PT SMF Rp2,25 triliun.
 
"Kita menghendaki mereka bisa pulih lebih cepat," ujarnya.
 
Selanjutnya, investasi ditujukan untuk mendorong peningkatan ekspor nasional yang dilakukan melalui LPEI sebesar Rp5 triliun sekaligus peran Indonesia di dunia internasional.
 
"Nanti kita akan cek kebutuhannya apakah lebih berat kepada National Interest Account (NIA) yang memang ada tujuan khusus untuk medorong ekspor tertentu ke wilayah tertentu atau lewat dukungan yang lebih umum," tutur Isa.
 
Terakhir adalah untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yakni tersirat dengan adanya cadangan untuk investasi-investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pada 2021 sebesar Rp70,4 triliun.
 
"Ini masih dalam bentuk cadangan dari yang Rp70,4 triliun sekitar Rp33 triliun adalah cadangan untuk pembiayaan program PEN yang bisa digunakan untuk PMN ataupun investasi pemerintah lain non permanen," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif