Menteri BUMN Erick Tohir. Foto : MI.
Menteri BUMN Erick Tohir. Foto : MI.

Erick-Rosan-Sandi: Jadikan Krisis sebagai Peluang Usaha

Ekonomi BUMN lapangan pekerjaan Krisis Ekonomi Erick Thohir
Suci Sedya Utami • 28 Oktober 2020 18:26
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan krisis tidak selalu dimaknai sebagai sesuatu yang buruk. Banyak peluang usaha dan inovasi yang bisa dilakukan di tengah krisis seperti yang terjadi saat ini.
 
Erick mengakui krisis memang telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Namun, banyak juga lapangan kerja baru yang tercipta dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
 
"Di saat krisis ini justru ada kesempatan," kata Erick dalam talkshow Kumparan Festival UMKM (Usaha Milik Kaum Milenial), Rabu, 28 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia bilang di masa krisis harus berani mengambil keputusan yang penting. Apabila yakin pada usaha yang dirintis bisa berkembang dan memiliki market, harus tetap dilanjutkan. Selain itu, krisis juga memaksa dunia usaha untuk beralih menggunakan teknologi digital untuk memasarkan produknya.
 
"Yakinlah kalau bekerja dengan hari dan produk yang dikembangkan itu yakin ada market-nya dan bisa diterima ya tetap jalani. Itu challenge dari pengusaha, beda dengan profesional yang justru memikirkan risikonya.
 
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengatakan hal serupa. Ia bilang apabila ingin menjadi pengusaha maka harus berani dalam mengambil risiko.
 
Misalnya saja dengan keluar dari lingkaran bisnis yang menjadi tren. Ia bilang jangan sampai ketika satu sektor usaha sedang menjadi tren, semua pengusaha menggeluti bisnis tersebut. Menurut Rosan, hal itu justru akan membunuh bisnis di sektor tersebut karena pemainnya terlalu banyak.
 
"Kalau saya lebih ke bisnis yang enggak lagi ngetren, tapi kita lihat prospeknya masih ada atau enggak. Kita juga harus sabar enggak bisa instan," ujar Rosan.
 
Menurut Rosan, di masa krisis ini pun selalu ada prospek dan peluang bisnis yang bisa digeluti. Hal ini pula yang pernah ia alami ketika krisis 1997-1998 lalu saat memulai bisnis di bidang keuangan.
 
Krisis malah memuat usahanya banyak dibutuhkan oleh banyak perusahaan yang ingin melakukan restrukturisasi pada saat itu. Diakui Rosan hal ini memang tidak mudah karena ada kalanya perusahaan naik dan turun. Namun dengan keyakinan dan kerja keras yang dilakukan dirinya bisa berada di posisi saat ini.
 
"Kalau pada saat krisis kita jadi enggak semangat, kita lihat waduh makin berat, akhirnya enggak akan berkembang. Justru krisis ini memang kita harus bekerja lebih keras, tapi membuka banyak kesempatan," kata Rosan.
 
Hal senada juga disampaikan oleh pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan agar kondisi krisis yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 tidak dijadikan sebagai alasan untuk menyerah.
 
"Gunakan pandemi sebagai pembuka jalan kita untuk menciptakan satu trobosan inovasi, menjadi lokomotif pembangunan bangsa membuka peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, mempercepat pemulihan ekonomi kita," jelas Sandiaga.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif