Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas

Pemerintah Patok Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,9% di 2023

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Bappenas Ekonomi Indonesia
Annisa ayu artanti • 28 April 2022 14:47
Jakarta: Pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi berkisar 5,3-5,9 persen pada 2023. Target itu disusun berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di 2023 yakni produktivitas untuk transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan yang disampaikan pada sidang kabinet paripurna lalu.
 
"Mengembalikan momentum pertumbuhan melalui peningkatan produktivitas dengan indikator pertumbuhan (ekonomi Indonesia di 2023 mencapai) 5,3-5,9 persen," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, Kamis, 28 April 2022.
 
Tak hanya itu, Suharso menyebutkan, beberapa target lainnya seperti tingkat pengangguran terbuka dipatok berkisar 5,3-6 persen, gini ratio sebesar 0,375, penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 27,02 persen, indeks pembangunan manusia ditargetkan 73,31, tingkat kemiskinan turun menjadi 7,5-8 persen, nilai tukar petani 103-105, dan nilai tukar nelayan 106-107.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Suharso menjelaskan, dalam menyusun rencana RKP 2023 telah ditetapkan major project yang memiliki peran signifikan dalam mendukung capaian prioritas nasional. Major projects diperkuat dengan penerapan mekanisme kliring house perencanaan untuk menjamin kemanfaatan output pembangunan bagi masyarakat sehingga bukan hanya sent tetapi deliver.
 
Beberapa major project tersebut adalah kawasan industri prioritas dan smelter, pengelolaan terpadu UMKM, food estate destinasi pariwisata, akselerasi pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi, reformasi sistem perlindungan sosial, reformasi sistem kesehatan nasional, dan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0.
 
"(Kemudian) percepatan penurunan kematian ibu dan stunting, wilayah adat Papua pembangunan Ibu Kota Nusantara, jaringan pelabuhan utama terpadu, transformasi digital, serta pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3," sebutnya.
 
Ia menambahkan salah satu kunci penting dari RKP 2023 adalah transformasi ekonomi yaitu memastikan terjadinya transformasi digital di Indonesia. Menurutnya transformasi digital perlu dilakukan untuk mengimbangi dengan industrialisasi digital.
 
"Sehingga Indonesia ditargetkan tidak akan menjadi konsumen besar untuk produk digital impor, tetapi juga menjadi produsen besar digital yang memasok kebutuhan domestik dan luar negeri," pungkasnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif