Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok. AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok. AFP

Sri Mulyani Soroti Akses Vaksin hingga Tantangan Perubahan Iklim di Pertemuan G20

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Sri Mulyani perubahan iklim vaksin covid-19 Pertemuan G20
Eko Nordiansyah • 16 Oktober 2021 11:56
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti pertumbuhan global yang tidak merata dan akses terhadap vaksin yang menjadi persyaratan untuk pemulihan berkelanjutan. Dalam pertemuan G20, Sri Mulyani menilai perlu pendekatan multilateral untuk memastikan seluruh negara memiliki akses terhadap vaksin covid-19.
 
"Kami menegaskan kembali dukungan kami terhadap pendekatan multilateral untuk memastikan vaksin yang cukup dan dapat diakses untuk seluruh dunia. Indonesia berkomitmen untuk mempercepat vaksinasi hingga mencapai 208 juta orang hingga akhir tahun ini," kata dia dalam keterangan resminya, Sabtu, 16 Oktober 2021.
 
Dari sekian tantangan global yang saat ini dihadapi, negara anggota G20 memandang perubahan iklim menjadi salah satu yang terberat. Perubahan iklim disebut dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan dan stabilitas keuangan global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya transisi hijau dalam upaya penanganan perubahan iklim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Mulyani menambahkan, transisi hijau idak hanya adil dan teratur, tetapi juga terjangkau terutama bagi negara-negara berkembang dan negara miskin. Menurut dia, bauran kebijakan harus memungkinkan negara untuk meminimalisir konsekuensi yang timbul dari transisi hijau sehingga upaya penurunan emisi harus dilakukan bertahap.
 
"Upaya penurunan emisi di sektor energi melalui transisi dari penggunaan bahan bakar fosil (fossil phased out) harus dipersiapkan dan dilaksanakan secara bertahap, dengan dukungan akses yang terjangkau dalam pembangunan infrastruktur dan teknologi rendah karbon yang berkelanjutan, meminimalisasi kerugian ekonomi dan sosial bagi berkembang dan negara rentan, termasuk memitigasi risiko hukumnya," ujar dia.
 
Ia menyebut, pendanaan menjadi salah satu tantangan besar bagi negara-negara yang memiliki komitmen untuk mengatasi perubahan iklim. Sri Mulyani menegaskan, komitmen negara-negara maju sangat penting dalam mendukung pembiayaan untuk negara berkembang, serta mendorong kerja sama dengan investor publik dan swasta.
 
Sri Mulyani mengungkapkan, Indonesia akan terus mendukung agenda iklim G20, salah satunya adalah mengadopsi reformasi fiskal untuk mempercepat transisi hijau. Saat ini, lanjut dia, Indonesia dalam proses menerbitkan peraturan tentang penetapan harga karbon dan mengembangkan Kerangka Kerja Fiskal Perubahan Iklim.
 
"Di sektor keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyusun peta jalan Keuangan Berkelanjutan dalam dua tahap (mencakup periode 2015-2019 dan 2021-2025) sebagai panduan dalam menerapkan pembiayaan berkelanjutan dan memastikan penerapannya efektif," pungkas dia.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif