Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO

ADB Ramal Ekonomi Indonesia Tumbuh 3,5% di 2021

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi Indonesia Asian Development Bank (ADB) Pemulihan Ekonomi Nasional
Suci Sedya Utami • 22 September 2021 13:21
Jakarta: Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 3,5 persen pada 2021 dan 4,8 persen pada 2022 di tengah pandemi covid-19. Dalam Asian Development Outlook (ADO) 2021 update, ekspor dan belanja pemerintah diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan di Indonesia tahun ini.
 
Kebijakan fiskal yang suportif dan kebijakan moneter yang akomodatif akan membantu mempertahankan pertumbuhan. Pengeluaran rumah tangga diproyeksikan pulih tipis sebelum naik lima persen tahun depan. Investasi menguat pada 2022 seiring mulai normalnya keadaan dan makin membaiknya iklim usaha.
 
Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga mengatakan perekonomian Indonesia mengalami kontraksi yang relatif ringan pada 2020 berkat kebijakan pemerintah yang tegas dan tepat waktu untuk memberikan stimulus fiskal dan bantuan sosial kepada kelompok yang rentan guna mencegah kerugian ekonomi jangka panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemulihan terus berlanjut pada paruh pertama 2021 berkat berbagai kebijakan tersebut dan didukung oleh ekspor yang kuat. Mengingat perdagangan dan pembiayaan global masih menghadapi sejumlah tantangan, akan sangat penting bagi para pembuat kebijakan untuk terus mengambil langkah-langkah yang dapat mengendalikan pandemi.
 
"Mendukung pemulihan ekonomi, dan melaksanakan reformasi domestik," kata Jiro, dalam keterangan resminya, Rabu, 22 September 2021.
 
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 3,1 persen pada paruh pertama 2021 seiring pelonggaran pembatasan dan permintaan yang kembali naik. Investasi pada aset tetap dan belanja pemerintah juga tumbuh dengan baik. Pengeluaran rumah tangga naik tidak terlalu tinggi karena tertahan oleh ketidakpastian yang masih terus membayangi.
 
Impor meningkat sejalan dengan permintaan domestik, tetapi ekspor tumbuh lebih cepat. Indikator kegiatan ekonomi melambat pada bulan Juli dan Agustus 2021 akibat pembatasan mobilitas demi mencegah lonjakan pandemi.
 
Penurunan drastis angka infeksi baru sejak akhir Agustus seharusnya akan mendorong perekonomian untuk bertumbuh kembali dan PDB setahun penuh untuk 2021 akan melebihi tingkat pertumbuhan 2019. Inflasi masih tetap terkendali dan diperkirakan mencapai 1,7 persen tahun ini atau lebih rendah daripada proyeksi 2,4 persen yang dirilis ADB pada April lalu.
 
Penurunan inflasi akibat melambatnya pemulihan ekonomi. Seiring kenaikan pertumbuhan tahun depan, inflasi juga akan merangkak naik mendekati tingkat pra-pandemi sebesar tiga persen, masih dalam rentang target Bank Indonesia 2-3 persen. Sementara defisit transaksi berjalan diproyeksikan akan sebesar 0,5 persen dari PDB pada 2021 dan 0,9 persen pada 2022.
 
"Masih ada sejumlah risiko negatif, termasuk potensi wabah covid-19 baru serta gangguan terhadap aktivitas perekonomian baik di Indonesia maupun luar negeri," pungkasnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif