Ekonomi Indonesia. Foto: Istimewa.
Ekonomi Indonesia. Foto: Istimewa.

Zurich Ungkap Gangguan Kesehatan Mental Bisa Tekan Produktivitas dan Ekonomi

Arif Wicaksono • 29 September 2026 14:33
Ringkasnya gini..
  • Persoalan kesehatan mental dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap produktivitas dan ketahanan ekonomi.
  • Dari sisi ekonomi, laporan Zurich memperkirakan gangguan kesehatan mental dapat menyebabkan kehilangan produktivitas hingga sekitar 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) di sejumlah negara yang diteliti.
Jakarta: Persoalan kesehatan mental dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap produktivitas dan ketahanan ekonomi. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan Zurich Insurance Group melalui laporan The Value of Mental Health yang diterbitkan pada April 2026.

Laporan tersebut mengkaji hubungan antara kesehatan mental, produktivitas, serta sistem perlindungan di enam negara, yakni Australia, Chile, Jerman, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Inggris.
 
Kajian itu menggunakan tiga perspektif utama, yaitu people, productivity, dan protection systems. Ketiganya menggambarkan bagaimana persoalan kesehatan mental dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang sekaligus memberikan konsekuensi yang lebih luas terhadap dunia kerja dan perekonomian.

Di Indonesia, persoalan kesehatan mental juga menjadi perhatian. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental.

Gangguan Mental Berdampak pada Produktivitas

Zurich mencatat prevalensi gangguan kesehatan mental yang terdiagnosis di enam negara dalam kajian tersebut diproyeksikan berada pada kisaran 12 hingga 27 persen populasi pada 2030. Gangguan kecemasan atau anxiety menjadi salah satu kondisi yang paling banyak ditemukan.

Sementara di Indonesia, prevalensi gangguan kesehatan mental tercatat meningkat dari sekitar 6 persen pada 2013 menjadi 9,8 persen pada 2018. Angka tersebut kemudian diperkirakan mencapai sekitar 20 persen populasi pada 2023.

Dari sisi ekonomi, laporan Zurich memperkirakan gangguan kesehatan mental dapat menyebabkan kehilangan produktivitas hingga sekitar 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) di sejumlah negara yang diteliti.

Dampak tersebut tidak semata-mata berasal dari meningkatnya jumlah pekerja yang mengambil cuti karena sakit. Salah satu kontribusi terbesar terhadap kehilangan produktivitas berasal dari berkurangnya partisipasi masyarakat dalam angkatan kerja akibat gangguan kesehatan mental.
 

Pada tingkat individu, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kualitas hidup. Seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental diperkirakan dapat kehilangan sekitar 60 hingga 67 hari hidup sehat setiap tahunnya.

Jika dihitung secara keseluruhan di enam negara yang menjadi objek kajian, kerugian terhadap kesejahteraan atau wellbeing loss diperkirakan mencapai sekitar USD1 triliun per tahun.

Country Manager sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara mengatakan temuan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan mental memiliki konsekuensi yang lebih luas.

“Berbagai temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental memiliki dimensi yang lebih luas daripada persoalan kesehatan semata, termasuk terhadap produktivitas, kualitas hidup, dan ketahanan ekonomi. Karena itu, upaya menjaga wellbeing perlu dilihat sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh,” kata Edhi.

Pentingnya Perlindungan dan Pencegahan

Selain membahas dampak kesehatan mental, laporan Zurich turut menyoroti peran sistem perlindungan dalam membantu masyarakat memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

Sistem tersebut mencakup berbagai bentuk perlindungan, antara lain asuransi, layanan kesehatan, dan jaminan sosial. Menurut Zurich, akses terhadap dukungan sejak tahap awal dapat membantu individu mengenali risiko dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

“Dari sisi perlindungan, kami melihat pentingnya bergerak lebih awal, bukan hanya ketika risiko sudah terjadi. Edukasi dan akses terhadap dukungan yang relevan dan tepat waktu menjadi bagian penting untuk membantu individu menjaga kualitas hidup dan tetap terhubung dengan pekerjaan, keluarga, maupun komunitas,” ujar Edhi.

Di Indonesia, pendekatan tersebut diterapkan Zurich melalui program wellbeing yang menjadi bagian dari proposisi asuransi kesehatan.

Program tersebut mencakup empat aspek, yakni kesehatan fisik, mental, sosial, dan finansial. Kegiatannya antara lain seminar, pemeriksaan kesehatan, konsultasi, aktivitas olahraga, kegiatan sukarela, hingga edukasi literasi keuangan.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Zurich mendorong pendekatan preventif dengan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika masalah kesehatan muncul, tetapi juga pada upaya menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan