Ekonom Indef Bhima Yudhistira (Foto: Metro TV)
Ekonom Indef Bhima Yudhistira (Foto: Metro TV)

Defisit Anggaran Diprediksi hanya 2,19%

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia defisit anggaran
Eko Nordiansyah • 26 Desember 2018 13:31
Jakarta: Ekonom Institute for Development Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memperkirakan defisit anggaran berada pada kisaran 2,14-2,3 persen. Tepatnya defisit diyakini mencapai 2,19 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.
 
"Defisit yang terkendali disebabkan dua hal," kata Bhima, kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Dirinya menjelaskan defisit disebabkan oleh naiknya penerimaan, khususnya dari sektor migas dan pertambangan. Kenaikan keduanya tak lepas dari kenaikan harga minyak tahun ini. "Kedua, belanja subsidi energi sebagian dialihkan menjadi penugasan ke Pertamina dan PLN," jelas dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga November 2018, defisit APBN sebesar Rp287,9 triliun atau dengan rasio 1,95 persen. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan defisit anggaran tahun lalu yang sebesar Rp349,6 triliun.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai rendahnya defisit anggaran dan mengecilnya defisit keseimbangan primer menjadi bukti bahwa realisasi APBN 2018 jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.
 
Tercatat defisit keseimbangan primer pada akhir November 2018 sebesar Rp36,8 triliun atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp139,1 triliun.
 
"Ini defisit terkecil kita dibandingkan empat tahun lalu," kata Ani sapaannya dalam acara press tour di Novotel, Nusa Dua, Bali, Kamis, 6 Desember 2018 lalu.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif