Optimalisasi Aset Negara Harus Jadi Semangat Bersama
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai optimalisasi pengelolaan aset negara harus menjadi semangat bersama. Bukan hanya oleh DJKN Kemenkau saja tetapi semua pihak pengelola aset negara, termasuk kementerian/lembaga, Badan Layanan Umum (BLU), dan para satuan kerja (satker) secara bersama-sama.

"Indonesia memiliki potensi aset yang besar dan memerlukan semangat, inovasi, kreativitas dari para pengelola aset, terutama generasi muda agar aset tersebut dapat teroptimalisasi dengan baik dan menjadi sumber kemakmuran bangsa," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Desember 2018.

Sementara itu, untuk mendukung optimalisasi penggelolaan aset negara, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menyelenggarakan kompetisi pengelolaan aset negara pertama di lndonesia bertajuk 'The Asset Manager'. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan melahirkan inovasi baru dan tepat guna dalam hal pengelolaan aset negara.

"Melalui acara ini, LMAN ingin membentuk sumber daya manusia ungguIan yang memiliki semangat, paradigma baru dan kemampuan eksekusi yang tinggi di bidang manajemen aset negara, untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial sebesar besarnya," kata Direktur Utama LMAN Rahayu Puspasari.

Rangkaian acara The Asset Manager terdiri dari lima babak yang dimulai pada 14 November hingga 7 Desember 2018 dengan menggunakan sistem gugur. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan kementerian/lembaga negara, BLU, dan Satker yang terdiri dari satu pejabat eselon III atau setara dan satu orang pendamping.

Dalam masing-masing babak, peserta diberikan kasus yang berkaitan dengan aset negara untuk dianalisa dan dipresentasikan usulan konsepnya kepada dewan juri dan audiens. Hasil dari tiap babak akan ditentukan oleh dewan juri yang berasal dari beberapa elemen, termasuk sejumlah pakar.

Adapun babak grand final diperebutkan oleh tiga perwakilan yang berhasil menyingkirkan sejumlah peserta. Ketiga grand finalist adalah Biro Keuangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Gelora Bung Karno serta Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemenkeu.

"Ke depan, harapan kami semangat The Asset Manager tidak hanya berhenti setelah acara ini terselenggara. The Asset Manager diharapkan dapat melahirkan champion dan role model asset manager dengan transformasi mindset, bahwa aset manager tidak sekedar untuk dicatat, melainkan harus dioptimalkan untuk manfaat terbaik demi bangsa dan negara," pungkas Puspa.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id