Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah
Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah

Banggar Setujui Asumsi Makro dan Target Pembangunan 2020

Ekonomi pertumbuhan ekonomi apbn RAPBN 2020
Eko Nordiansyah • 08 Juli 2019 15:12
Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui asumsi makro dan target pembangunan untuk tahun depan. Persetujuan ini menjadi awal penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kerja sama anggota Banggar dengan pemerintah dalam pembahasan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal. Kesepakatan ini akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam penyusunan nota keuangan.
 
"Kesepakantan ini nanti akan kami jadikan rambu-rambu, jika ada perubahan tentu akan kami sampaikan. Dengan penyelesiaan panja ini kami akan finalisasi nota keuangan dan kami sampaikan ke sidang kabinet," kata dia di ruang rapat Banggar, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun asumsi ekonomi makro yang disepakati adalah, pertumbuhan ekonomi 5,2 sampai 5,5 persen, inflasi di kisaran dua hingga empat persen, rata-rata nilai tukar rupiah Rp14.000 per USD sampai Rp14.500 per USD, tingkat suku bunga SPN 3 bulan di kisaran lima sampai 5,5 persen.
 
Sementara harga minyak (ICP) diperkirakan berada di kisaran USD60 sampai dengan USD70 per barel. Lifting minyak dan gas bumi tahun depan diperkirakan pada kisaran 1.886 sampai 2.140 ribu barel terdiri lifting minyak 695-840 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1.191-1.300 ribu barel setara minyak per hari.
 
Untuk target pembangunan, Banggar dan pemerintah menyepakati angka pengangguran sebesar 4,8 persen hingga 5,1 persen, angka kemiskinan 8,5 sampai sembilan persen, gini rasio 0,375 sampai dengan 0,380, serta indeks pembangunan manusia (IPM) 72,51.
 
"Tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan 2020 sangat dipengaruhi pencapaian pertumbuhan ekonomi. Sehingga angka pengangguran diharapkan tetap bisa di kisaran 4,8 sampai 5,1 persen," ungkap anggota Banggar dari Fraksi Golkar John Kenedy Azis.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif