Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: Dok.BI
Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: Dok.BI

BI Pastikan Skema Burden Sharing Tak Mengerek Inflasi 2020

Ekonomi Inflasi Bank Indonesia Skema Burden Sharing
Husen Miftahudin • 16 Juli 2020 20:05
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan skema burden sharing (bagi beban) pembiayaan utang untuk pemulihan ekonomi antara BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak akan mengerek laju inflasi pada 2020 ini. Tingkat inflasi pada tahun ini diperkirakan masih akan tetap rendah, terkendali, dan berada dalam kisaran sasaran dua hingga empat persen.
 
"Bukan berarti kita kemudian tidak memantau perkembangan inflasi dari waktu ke waktu. Tentu saja dampak ekspansi moneternya (burden sharing) akan kita cermati dari waktu ke waktu, dan insyaallah tekanan inflasi dari ekspansi moneter tersebut belum akan muncul pada tahun ini," ujar Perry dalam telekonferensi hasil RDG periode Juli 2020 di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020.
 
Menurut Perry, tetap rendahnya tingkat inflasi terindikasi dari masih lemahnya permintaan akibat dampak pandemi covid-19. Sementara di sisi lain ketersediaan pasokan masih terjaga dengan baik, sehingga tekanan terhadap inflasi masih rendah dan terkendali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini terbukti dari realisasi tingkat inflasi hingga Juni 2020. Bahkan inflasi tahunannya tercatat hanya sebesar 1,96 persen alias masih di bawah kisaran sasaran bank sentral sebesar dua hingga empat persen.
 
"Kalau 1,96 persen berarti kan di bawah batas bawah kisaran. Ini menunjukkan tekanan-tekanan inflasi dari permintaan itu rendah karena aktivitas ekonomi yang juga rendah," ucapnya.
 
Dengan kondisi seperti ini menandakan bahwa ekspektasi inflasi masih terjaga. Kemudian dampak dari nilai tukar juga rendah. Dalam konteks ini, nilai tukar rupiah relatif stabil bahkan cenderung menguat sehingga exchange rate pass-through juga rendah.
 
Lalu koordinasi dari pemerintah dan Bank Indonesia, baik tingkat pusat maupun daerah sangat erat untuk mengendalikan inflasi.
 
"Jadi singkatnya, tentu saja kami meyakini insyaallah inflasi tahun ini adalah rendah. Itulah mengapa fokus jangka pendek Bank Indonesia bersama pemerintah bagaimana mempercepat pemulihan ekonomi," tutup Perry.
 
Mekanisme burden sharing antara Kemenkeu dan BI dalam mendanai pengeluaran fiskal yaitu memindahkan sebagian beban pembayaran bunga Surat Berharga Negara (SBN) yang dibeli langsung oleh BI. Secara rinci, bank sentral akan menanggung semua imbal hasil (yield) dari SBN yang diterbitkan untuk mendanai barang publik (sebesar tujuh hari reverse repo rate).
 
Untuk barang non-publik, biaya imbal hasil akan mengikuti tingkat imbal hasil pasar dan Kemenkeu akan menanggung biaya sebesar reverse repo rate tiga bulan dikurangi satu persen, dan sisanya akan ditanggung oleh BI.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif