Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pemerintah Diminta Koordinasi Redam Inflasi

Annisa ayu artanti • 11 Juli 2022 17:30
Jakarta: Bank Indonesia dan pemerintah diminta untuk melakukan koordinasi terkait rencana penyesuaian harga komoditas pangan untuk mengatasi inflasi.
 
CEO Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan, lonjakan inflasi yang terjadi di negara-negara Asia belakangan ini memaksa para pemerintah berpikir keras untuk mengambil langkah-langkah strategis.
 
Pasalnya, lonjakan inflasi yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina membawa efek domino pada rantai pasokan yang masih terganggu karena pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah dan BI perlu memperkuat koordinasi dan komunikasi terutama terkait dengan rencana penyesuaian harga yang diatur pemerintah, sehingga dapat mengatur kebijakan moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," kata Johanna dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Juli 2022.
 
Johanna menjelaskan, inflasi telah menyebabkan kenaikan harga pangan dalam negeri seperti minyak goreng, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam. Hal tersebut tentunya akan mengganggu proses pemulihan ekonomi terutama terhadap konsumsi rumah tangga.
 
"Pemerintah juga perlu melakukan stabilisasi harga pangan dengan memastikan pasokannya terutama harga minyak goreng, sehingga diharapkan tekanan inflasi tidak meningkat signifikan dan masih dapat terkendali," ujarnya.
 
Baca juga: Survei: Risiko Resesi Negara di Asia Naik Akibat Lonjakan Inflasi

Mengacu pada pernyataan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, Johanna menyampaikan, inflasi Indonesia pada Juni 2022 yang tercatat 4,35 persen masih tergolong moderat dibandingkan negara lain.
 
"Meskipun demikian, inflasi di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia lainnya," ungkapnya.
 
Melalui instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah telah berhasil meredam tingginya tekanan inflasi global, sehingga daya beli masyarakat serta momentum pemulihan ekonomi nasional masih tetap dapat dijaga.
 
Seperti diketahui, di Asia Tenggara, berdasarkan data Tradingeconomics, Myanmar merupakan negara dengan laju inflasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara dengan kenaikan sebesar 12,63 persen YoY pada Desember 2021.

Negara ASEAN dengan inflasi tertinggi berikutnya adalah:

  1. Laos sebesar 9,9 persen YoY hingga April 2022.
  2. Thailand dengan inflasi 7,1 persen YoY pada Mei 2022.
  3. Kamboja 6,3 persen YoY hingga Februari 2022.
  4. Filipina sebesar 5,4 persen YoY pada Mei 2022.

 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif