Ilustrasi industri manufaktur - - Foto: dok MI
Ilustrasi industri manufaktur - - Foto: dok MI

Industri Manufaktur Masih Jadi Andalan Pendongkrak Ekonomi RI

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi BPS Ekonomi Indonesia industri manufaktur Pemulihan Ekonomi Nasional
M Ilham Ramadhan • 10 Mei 2022 13:16
Jakarta: Perekonomian Indonesia masih berdaya tahan dan cukup solid untuk melanjutkan tren pertumbuhan positif. Itu dibuktikan melalui laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan triwulan I-2022 sebesar 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).
 
Berbagai mesin pertumbuhan telah menunjukkan kinerja apik dan berkontribusi signifikan pada ekonomi Indonesia di tiga bulan pertama. Pemerintah bakal mengupayakan dorongan bagi sektor-sektor unggulan agar bisa mendongkrak laju pemulihan.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, sektor pertama yang akan didorong ialah industri pengolahan lantaran memiliki prospek menjanjikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sektor industri pengolahan (akan didorong dengan hilirisasi sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan nilai tambah, baik untuk dalam negeri maupun ekspor," kata dia kepada Media Indonesia, Selasa, 10 Mei 2022.

 
Merujuk data BPS, industri pengolahan menunjukkan performa yang cukup baik pada triwulan I-2022. Sektor ini mencatat pertumbuhan 5,07 persen (yoy) dengan distribusi mencapai 19,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Selain itu, optimisme pelaku industri manufaktur juga cenderung menguat seiring meningkatnya aktivitas masyarakat. Pada April 2022, level Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 51,9, naik dari posisi bulan sebelumnya.
 
Selain industri pengolahan, kata Iskandar, sektor pertanian juga akan menjadi andalan untuk menggerakkan perekonomian. Apalagi penyerapan tenaga kerja di sektor ini cukup tinggi.
 
Masih dari data BPS, tenaga kerja di sektor pertanian bertambah 1,86 juta orang pada Februari 2022. Dengan penambahan itu, distribusi tenaga kerja dari ranah agrikultura mencapai 29,96 juta orang dari total penduduk yang bekerja di Indonesia.
 
"Kedua adalah sektor pertanian karena menyerap tenaga kerja terbesar dan dapat mengurangi impor pangan," jelas Iskandar.
 
Sementara sektor lain yang turut menjadi andalan di sepanjang 2022 ini ialah perdagangan, hotel dan restoran, dan transportasi seiring pelonggaran mobilitas masyarakat.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif