Ilustrasi ekonomi berkelanjutan/ ekonomi hijau - - Foto: dok Medcom
Ilustrasi ekonomi berkelanjutan/ ekonomi hijau - - Foto: dok Medcom

Cegah Kerugian Rp115 Triliun, RI Perlu Kembangkan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Husen Miftahudin • 22 Februari 2022 14:34
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan Indonesia perlu mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru atau ekonomi hijau demi mencegah kerugian sebesar Rp115 triliun. Kerugian tersebut berasal dari efek rumah kaca, hingga emisi karbon.
 
"Apabila kalau kita tidak melakukan perbaikan-perbaikan dan tidak melakukan upaya kita untuk mengurangi emisi dan efek rumah kaca, maka 2024 ini kerugian ekonomi akibat dampak perubahan iklim tersebut cukup besar yakni sebanyak Rp115 triliun," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Green Economy Outlook 2022 yang disiarkan secara virtual, Selasa, 22 Februari 2022.
 
Wimboh mengungkapkan ekonomi dalam negeri bergantung pada tingginya konsumsi rumah tangga dan ekspor komoditas. Aktivitas ini dapat menimbulkan eksploitasi lingkungan, risiko iklim hingga berdampak pada keanekaragaman hayati (biodiversity).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga upaya kita untuk bagaimana dalam menjaga lingkungan ini, dalam menjaga mengiringi efek emisi, ini menjadi sangat relevan karena kita adalah island country, sumber daya alam kita banyak, sumber daya pertanian kita banyak, dan juga bagaimana laut kita itu tetap menjadi sumber penghidupan kita," tutur dia.
 
Karena itu, Indonesia perlu mengimplementasikan langkah-langkah nyata yang dapat mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus tetap mendukung pemulihan ekonomi nasional.

 
"Jadi kita tetap harus bagaimana kita bisa melakukan upaya recover ekonomi kita dengan cepat dengan sektor-sektor yang tentunya perlu dukungan, dan bagaimana kita mensinkronkan komitmen Indonesia, kita berkomitmen penuh untuk menurunkan efek rumah kaca dan emisi pada 2030 sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional," pungkas Wimboh.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif