Menkeu Bambang Brodjonegoro saat konpers realisasi APBNP 2014 -- FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami
Menkeu Bambang Brodjonegoro saat konpers realisasi APBNP 2014 -- FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami

Realisasi Makro Ekonomi Indonesia 2014 Masih Perlu Pembenahan

Suci Sedya Utami • 05 Januari 2015 16:59
medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan RI Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan realisasi makroekonomi Indonesia sepanjang 2014. Pertumbuhan ekonomi Indonesia paling tinggi yang bisa dicapai yakni 5,1 persen. Angka ini tentu berada dibawah target yang diasumsikan dalam APBNP 2014 sebesar 5,5 persen.
 
"Ini sifatnya proyeksi sementara belum final, ini dikarenakan kondisi global dan dalam negeri dimana besarnya besaran defisit transaksi berjalan membuat kebijakan moneter dan fiskal kita sifatnya ketat, maka secara otomastis pertumbuhan akan terkenadala sehingga tak bisa mencapai apa yang diharapkan," terangnya dalam konferensi pers Perkembangan Ekonomi Makro dan Realisasi APBNP 2014, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2015).
 
Tingkat inflasi, lanjut Bambang, sebesar 8,36 persen angka ini tentunya lebih besar dibanding yang diasumsikan 5,3 persen dalam APBNP 2014. Dia mengakui memang sumbangan inflasi Desember di luar perkiraan.

"Dalam APBNP 2014 kita belum memasukan adanya penyesuaian harga BBM, sehingga dengan penyesuaian inflasi naik jadi 8,36 persen," kata dia.
 
Adapun untuk nilai tukar rupiah rata-rata setahun yakni Rp11.878 per USD memang melemah sebesar Rp287 dari yang diasumsikan sebesar Rp11.600 per USD dalam APBNP 2014. Tingkat suku bunga SPN 3 bulan realisasinya sebsar 5,8 persen dari asumsi enam persen.
 
Sementara untuk harga minyak Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) rata-rata setahun yakni USD97 per barel, atau lebih rendah USD8 dari asumsi USD105 per barel. Angka ini tentunya membuat penerimaan di sektor migas berkurang. Lebih lanjut, lifting minyak rata-rata 794 ribu barel per hari dari 818 ribu barel per hari.
 
"Sedangkan gas relatif sama yakni 1.224 juta barel per hari setara minyak," sebutnya.
 
Bambang menambahkan, dengan capaian kali ini tentunya menjadi tantangan yang harus dibenahi pada tahun-tahun berikutnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan