Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Kemenkeu,
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Kemenkeu,

Menkeu Purbaya ke S&P Global: Tenang, Rasio Utang RI Tetap Terkendali

Arif Wicaksono • 16 April 2026 19:53
Ringkasnya gini..
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih berada di jalur aman, meski sempat muncul kekhawatiran dari S&P Global terkait rasio pembayaran utang terhadap penerimaan pajak.
  • Dalam pertemuan dengan lembaga pemeringkat tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa rasio utang Indonesia masih dalam batas wajar dan dapat dikelola ke depan. Ia menyebut, kekhawatiran yang muncul belum berada pada level yang mengkhawatirkan.
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia masih berada di jalur aman, meski sempat muncul kekhawatiran dari S&P Global terkait rasio pembayaran utang terhadap penerimaan pajak.
 
Dalam pertemuan dengan lembaga pemeringkat tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa rasio utang Indonesia masih dalam batas wajar dan dapat dikelola ke depan. Ia menyebut, kekhawatiran yang muncul belum berada pada level yang mengkhawatirkan.
 
Baca juga:  Purbaya Bilang Bank Dunia Belum Tahu Jurus Rahasianya   

“Ada perhatian soal rasio pembayaran utang terhadap pajak, tapi itu masih bisa kita kendalikan dan belum masuk kategori berisiko tinggi,” ujarnya dikutip dari Antara
 
Selain isu utang, S&P Global juga menyoroti komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal, khususnya mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya mengungkapkan, realisasi defisit APBN 2025 berpotensi lebih rendah dari proyeksi awal. Berdasarkan data sementara, defisit tercatat sebesar 2,92 persen terhadap PDB, dengan peluang menyempit menjadi sekitar 2,8 persen setelah audit final oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ia menilai prospek tersebut mendapat respons positif dari pihak S&P Global, karena mencerminkan konsistensi pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal.
 
Untuk tahun anggaran 2026, Kementerian Keuangan menargetkan penguatan sisi penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak serta kepabeanan dan cukai. Upaya ini dilakukan melalui pembenahan organisasi dan peningkatan efektivitas pengumpulan.
 
Hasil awalnya mulai terlihat. Pada dua bulan pertama 2026, penerimaan pajak tumbuh sekitar 30 persen. Sementara pada Maret, pertumbuhan tercatat 20,7 persen, meski dipengaruhi faktor musiman.
 
Secara kumulatif hingga kuartal I-2026, penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun atau sekitar 16,7 persen dari target tahunan sebesar Rp2.357,7 triliun.
 
Seiring perkembangan tersebut, S&P Global memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan prospek stabil. Keputusan ini didukung oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal IV-2025, serta sinyal pemulihan aktivitas ekonomi di awal 2026.
 
Purbaya menilai, kepercayaan tersebut menjadi indikator bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih solid di tengah tantangan global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan