Ilustrasi pedagang cabai di pasar. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.
Ilustrasi pedagang cabai di pasar. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.

Tertinggi Sejak Mei 2019, BPS: Inflasi Maret 2022 Sebesar 0,66%

Antara • 01 April 2022 11:38
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,66 persen pada Maret 2022 atau adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,24 pada Februari menjadi 108,95.
 
"Pada Maret ini terjadi inflasi 0,66 persen (mtm). Kalau kita tarik mundur ke belakang ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Mei 2019, saat itu terjadi inflasi sebesar 0,68 persen," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, dilansir Antara, Jumat, 1 April 2022.
 
Margo menjelaskan penyumbang inflasi pada Maret ini utamanya berasal dari komoditas cabai merah, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, serta minyak goreng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ada lima komoditas utama penyumbang inflasi pada Maret 2022 yaitu cabai merah, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan dan minyak goreng," jelasnya.
 
Dengan terjadinya inflasi pada Maret, maka inflasi tahun kalender Maret 2022 terhadap Desember 2021 sebesar 1,2 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Maret 2022 terhadap Maret 2021 sebesar 2,64 persen.
 
Dari 90 kota IHK, sebanyak 88 kota menyumbang inflasi dan sebanyak dua kota yang mengalami deflasi pada Maret 2022. Untuk 88 kota yang mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Merauke yaitu sebesar 1,86 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kupang yaitu sebesar 0,09 persen.
 
Inflasi di Merauke disumbang oleh kenaikan harga pada komoditas cabai rawit dengan andil terhadap inflasi sebesar 1,54 persen, angkutan udara dengan andil 0,13 persen dan tahu mentah 0,12 persen.
 
Sementara dari dua kota yang mengalami deflasi, deflasi tertinggi terjadi di Tual yakni sebesar minus 0,27 persen sedangkan deflasi terendah terjadi di Kendari yakni minus 0,07 persen. Penyumbang deflasi di Tual berasal dari ikan baronang dengan andil 1,17 persen, angkutan udara 0,15 persen dan ikan layang atau ikan benggol 0,14 persen.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif