Ilustrasi jemaah umrah asal Indonesia - - Foto: dok AFP
Ilustrasi jemaah umrah asal Indonesia - - Foto: dok AFP

Siap-Siap, Umrah Sambil Jalan-Jalan Bakal Dikenakan Pajak

Eko Nordiansyah • 06 April 2022 17:01
Jakarta: Pemerintah menetapkan lima jenis Jasa Kena Pajak (JKP) tertentu yang dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan besaran tertentu. Salah satunya adalah jasa perjalanan ke tempat lain dalam perjalanan ibadah keagamaan.
 
Ketentuan ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan JKP Tertentu. Dengan adanya PMK tersebut, perjalanan umrah yang dibarengi dengan kunjungan ke tempat lain akan dikenai PPN.

 
Kepala Subdit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Direktorat Jenderal Pajak Bonarsius Sipayung mengatakan, pengenaan PPN dilakukan atas akomodasi tambahan yang diberikan penyelenggara bukan atas ibadah umrahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jasa keagamaan ini yang dikenakan bukan ibadahnya. Atas ibadahnya tetap kita kecualikan, yang kita kenakan adalah akomodasinya," kata dia dalam video conference, Rabu, 6 April 2022.
 
Ia menjelaskan, selama ini banyak penyelenggara umrah yang menawarkan layanan ibadah plus perjalanan ke Turki atau negara lainnya. Di sinilah pengenaan PPN akan diberlakukan. 
 
"Travel itu biasanya menawarkan jasa umrah itu supaya menarik campur ke perjalanan negara lain seperti Turki. Yang ke Mekkah (umrah) tetap 0,5 persen dan yang ke Turki satu persen, sama seperti (jasa perjalanan wisata) yang lain," ungkapnya.
 
Adapun tagihan yang dirinci dari paket penyelenggaraan perjalanan ibadah keagamaan dan tagihan paket penyelenggaraan perjalanan ke tempat lain dikenakan 10 persen dari tarif PPN atau 1,1 persen dikali jumlah yang ditagih atau seharusnya ditagih.
 
Sementara dalam hal tidak dirinci antara tagihan paket perjalanan ibadah keagamaan dan perjalanan ke tempat lain maka besaran tertentunya sebesar lima persen dari tarif PPN atau 0,55 persen dikali jumlah keseluruhan yang ditagih atau seharusnya ditagih.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif