Menkeu Bambang Brodjonegoro. ANTARA/Yudhi Mahatma
Menkeu Bambang Brodjonegoro. ANTARA/Yudhi Mahatma

Efisiensi Belanja, Upaya Pemerintah Amankan Defisit Anggaran

Suci Sedya Utami • 19 Oktober 2015 19:59
medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro menegaskan defisit anggaran dalam APBN masih bisa katakan aman meskipun shortfall (selisih target dan prognosis capaian penerimaan) diprediksi melebar menjadi Rp130 triliun hingga Rp140 triliun tahun ini.
 
"Pokoknya defisit aman," kata Bambang ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015).
 
Bambang mengatakan hingga akhir tahun lima sampai enam persen belanja pemerintah diprediksi tidak akan terserap. Sehingga dengan demikian, Bambang megatakan prediksi tersebut dengan sendirinya akan menjadi efisiensi belanja, tanpa harus memangkasnya langsung.

"Efisiensi itu ajan terjadi dengan sendirinya," jelas Bambang.
 
Ditemui ditempat yang sama, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan efisiensi terhadap belanja pemerintah khususnya belanja Kementerian atau Lembaga yang bisa dilihat dari capain penyerapan pagu selama ini.
 
"Dari situ bisa kita langsung ketahuan akan ada penghematan atau efisiensi, enggak usah susah-susah. Misalnya dari sisa 3 bulan tahun anggaran 2015, sudah kelihatan oooh ini kemungkinan belanja yang enggak akan terpakai semua," terang Askolani.
 
Dia menekankan, pihaknya telah mengingatkan pada  setiap K/L agar tidak mengunakan pengalihan belanja untuk hal-hal yang perlu. Karena, tidak jarang selama mendekati akhir tahun, masih banyak anggaran yang menumpuk dan belum digunakan, dan pada akhirnya K/L tersebut menggunakan anggaran tersebut tidak pada pagu kegiatan awal.
 
Kementerian Keuangan ingin pada akhirnya tidak lagi ada pengalihan belanja yang tidak perlu, jadi kalau tidak bisa dieksekusi, maka jangan dialihkan ke sesuatu yang tidak produktif.
 
"Misalnya dia ada potensi penghematan, kemudian dia alihkan ke kegiatan lain, kita tidak akan dukung itu.  Kita tetap jaga kualitas belanjaanya, kita enggak mau sembarangan belanja," tutur jebolan Universitas Sriwijaya Palembang ini.
 
Lebih jauh, ayah dua anak ini memperkirakan defisit APBN bisa dicapai hingga 2,3 persen hingga akhir tahun, meski perhitungannya akan sangat dinamis dengan mempertimbangkan realisasi penerimaan dan belanja ke depannya.
 
"Bisa mudah-mudahan (2,3 persen)," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan