Realisasi Investasi Jateng Diklaim Tembus Rp16 Triliun
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengklaim realisasi investasi yang masuk pada triwulan I-2018 mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengaku jika dibandingkan periode yang sama pada Januari-Maret 2017 dengan nilai capaian investasi sebesar Rp11,88 triliun (terdiri dari penanaman modal asing Rp6,90 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp4,97 triliun).

"Peningkatan capaian pada triwulan pertama 2018 mencapai Rp4,23 triliun, yaitu realisasi investasi penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing di Provinsi Jateng pada triwulan pertama menembus Rp16,11 triliun," katanya di Semarang, Minggu, 6 Mei 2018.

Prasetyo merinci, total investasi itu terdiri dari penanaman modal asing sebesar Rp5,85 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp10,25 triliun.

Menurut dia, data tersebut merupakan rilis resmi yang dikeluarkan pemerintah pusat, di mana para pengusaha penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri langsung menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui sistem aplikasi online.

Prasetyo menambahkan pada triwulan I-2018, proyek yang diinvestasikan di Jateng sebanyak 158 proyek penanaman modal asing dan 402 proyek penanaman modal dalam negeri atau total mencapai 560 proyek.

Jumlah itu, kata dia, jauh melampaui capaian triwulan pertama 2017 dengan total 392 proyek, terdiri dari 168 proyek penanaman modal asing dan 224 proyek penanaman modal dalam negeri.

"Realisasi sektor penanaman modal dalam negeri di Jateng tertinggi nasional. Hal itu, khususnya dipicu dari adanya proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang, sedangkan realisasi sektor penanaman modal asing berada pada peringkat lima nasional," ujarnya. 

Dilihat dari capaian per kabupaten/kota di Jateng pada triwulan I-2018, Kabupaten Jepara menempati peringkat pertama realisasi investasi penananman modal asing dengan 32 proyek.

Peringkat selanjutnya Kabupaten Batang (satu proyek senilai USD122.346,9), Kabupaten Semarang (10 proyek), Kabupaten Purbalingga (12 proyek), dan Kota Semarang (29 proyek).

"Realisasi investasi penanaman modal dalam negeri terbanyak pertama Kota Semarang dengan 34 proyek senilai Rp7,219 triliun, disusul Kabupaten Cilacap (10 proyek, Rp558,195 miliar), Kabupaten Pekalongan (10 proyek, Rp518,233 miliar), Kabupaten Sragen (13 proyek, Rp363,002 miliar), dan Kabupaten Demak (26 proyek, Rp272,321 miliar)," jelasnya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360