Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Darmin: Deflasi Februari karena Harga Pangan Turun

Ekonomi inflasi deflasi bps
Suci Sedya Utami • 01 Maret 2019 15:24
Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan deflasi Feruari yang tercatat sebesar 0,08 persen disebabkan oleh adanya penurunan harga pangan.
 
Darmin menjelaskan beberapa komoditas pangan dan bahan pangan mengalami penurunan harga di Februarri seperti ayam, telur ayam, cabai, dan bawang. Komoditas tersebut awalnya mengalami kenaikan harga, sehingga dengan penurunan ini harganya kembali normal.
 
Dia mengatakan untuk cabai dan bawang memang karena sedang panen. Sedangkan untuk ayam dan telur dikarenakan pakan ternaknya mengalami penurunan harga.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara total deflasi kita 0,08 persen dan itu sumber utamanya di bahan makanan yang deflasi 1,11 persen," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Maret 2019.
 
Darmin mengungkapkan sebenarnya kelompok bahan makanan lainnya juga mengalami penurunan harga. Namun memang belum menyentuh deflasi, atau masih menyumbang infllasi.
 
Lebih jauh mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menambahkan dalam dua bulan pertama yakni Januari dan Februari, angka inflasi nasional dinilai cukup terkendali.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran. Di antaranya kelompok bahan makanan sebesar 1,11 persen.
 
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,31 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,25 persen.
 
Sedangkan kelompok sandang sebesar 0,27 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,36 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,11 persen. Serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen.
 
Adapun deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan deflasi terendah terjadi di Serang 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi di Tual 2,98 persen dan inflasi terendah terjadi di Kendari 0,03 persen.
 
Bahan makanan memberikan andil deflasi 0,24 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah daging ayam ras, cabai merah, telur ayam, ras, bawang merah, cabai rawit, ikan segar, wortel, dan jeruk. Sedangkan dari bahan makanan yang andil dalam inflasi antara lain beras mi kering instan dan bawang putih.

 
Untuk kelompok makan jadi, minumam, rokok dan tembakau BPS mencatat inflasi 0,31 persen. Kelompok rumah, listrik, dan bahan bakar tercatat inflasi 0,25 persen. Kemudian, kelompok sandang inflasi sebesar 0,27 persen, kelompok kesehatan 0,36 persen, dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga inflasi 0,11 persen, serta kelompok transportasi inflasi 0,05 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif