Kepala BKPM Thomas Lembong - - Foto:MI/ Palce Amalo.
Kepala BKPM Thomas Lembong - - Foto:MI/ Palce Amalo.

Tren Investasi Tercatat Positif Empat Tahun Terakhir

Ekonomi investasi bkpm realisasi investasi
Nia Deviyana • 12 Maret 2019 12:39
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat tren pertumbuhan realisasi investasi selama empat tahun terakhir cukup positif. Selama kurun 2015-2018, realisasi investasi mencapai Rp2.572,30 triliun atau melampaui target dalam rencana strategis BKPM sebesar Rp2.558,10 triliun.
 
"Minat investasi pada awal tahun 2019 ini menunjukan tren yang cukup positif, yang diharapkan terus berlanjut sampai akhir tahun," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Pembukaan Rakornas Investasi 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi untuk periode 2018 mencapai Rp721,3 triliun, meningkat sebesar 4,1 persen dibandingkan 2017. Sementara dari target realisasi investasi RPJMN yang sebesar Rp765 trilliun, investasi 2018 yang tercapai sebesar 94,3 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk realisasi investasi PMDN 2018 tercatat Rp328,6 triliun. Angka itu meningkat sebesar 25,3 persen jika dibandingkan 2017 yang sebesar Rp262,3 triliun. Sedangkan total realisasi investasi PMA 2018 tercatat sebesar Rp392,7 triliun, turun 8,8 persen dibandingkan realisasi investasi PMA tahun 2017 yang sebesar Rp430,5 triliun.
 
Pada periode sebelumnya, realisasi investasi 2017 menembus angka Rp692,8 triliun, atau melampaui target realisasi investasi PMDN dan PMA 2017 sebesar Rp678,8 triliun. Realisasi investasi 2016 tercatat sebesar Rp612,8 triliun, atau meningkat 12,4 persen dibandingkan periode 2015, sebesar Rp545,4 triliun.
 
Dalam Rakornas tersebut, Presiden Joko Widodo turut meluncurkan Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap). Peluncuran Kopi Mantap bertujuan agar koordinasi antar stakeholder yakni Kementrian/Lembaga (K/L) maupun pemerintah Daerah (Pemda) bisa lebih optimal sehingga mempercepat proses perizinan.
 
Plt Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot menjelaskan sebelum ada sistem OSS, pengusaha harus menyiapkan dan melengkapi berkas persyaratan perizinan terlebih dahulu. Jika sudah lengkap, maka izin bisa diterbitkan.
 
Dengan OSS, peraturannya dibalik sehingga pengusaha bisa mendapatkan izin usaha lebih dulu, baru kemudian melengkapi persyaratan. Namun proses perizinan tersebut perlu diawasi oleh aplikasi Kopi Mantap lantaran protokol komunikasi di OSS belum rampung.
 
"Misalnya untuk izin lokasi, sudah ada pertimbangan teknis pertanahan yang dikeluarkan BPN dan disampaikan BPN PTSP. Nanti BPN PTSP darlerah akan menyampaikan ke dalam sistem Kopi Mantap bahwa untuk komitmen investasi izin lokasi sudah ada pertimbangan teknis pertanahannya dari kantor pertanahan kabupaten kota," papar Yuliot, belum lama ini.
 
Peluncuran Kopi Mantap masuk ke dalam tiga rangkaian acara yang digelar BKPM sebagai upaya mendorong investasi demi meningkatnya lapangan kerja dan pendapatan masyarakat.
 
Adapun tiga kegiatan tersebut antara lain Regional Investment Forum (RIF) pada 11 Maret 2019, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2019 pada 12 Maret 2019, dan Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap) pada 13-14 Maret 2019.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif