NEWSTICKER
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/BARY FATHAHILAH)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/BARY FATHAHILAH)

Darmin: Tampilan OSS Baru Lebih Ramah Pengguna

Ekonomi investasi bkpm ekonomi indonesia kemudahan berusaha
Desi Angriani • 09 Agustus 2019 06:02
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKMP) segera meluncurkan Online Single Submission (OSS) versi terbaru. OSS versi 1.1 ini merupakan penyempurnaan dari sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik versi sebelumnya.
 
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut tampilan OSS versi terbaru akan lebih user friendly atau ramah pengguna. Maksudnya, pelaku usaha akan lebih dimudahkan saat mengakses sistem tersebut.
 
"Hanya penampilan yang lebih user friendly," ujarnya, kepada Medcom.id di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Darmin menegaskan tak ada perbedaan signifikan antara OSS lama dan versi terbaru. Sebab, fitur yang sudah ada hanya dikembangkan dan ditambah sesuai kebutuhan proses perizinan berusaha. Misalnya, fitur khusus untuk membantu penerbitan izin usaha mikro dan kecil perorangan.
 
"Enggak mungkin ada yang dihilangkan dari fitur lama," tegasnya.
 
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong sebelumnya menyebutkan jumlah pengguna OSS terus bertambah. Namun antrean layanan OSS di PTSP Pusat BKPM juga menumpuk.
 
Hal ini dikarenakan investor masih kebingungan dalam mengakses sistem OSS. Semestinya mereka bisa berkonsultasi langsung ke DPMPTSP yang berada di kabupaten/kota masing-masing tanpa perlu mendatangi Kantor Pusat BKPM.
 
"Kami melihat jumlah pengguna OSS semakin bertambah dari hari ke hari. Masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki, khususnya dalam hal pengembangan sistem OSS untuk melayani pelaku usaha," ujar Tom Lembong, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 7 Agustus 2019.
 
Adapun BKPM memberikan tiga jenis layanan konsultasi OSS di PTSP Pusat. Pertama, layanan tatap muka denganpelaku usaha. Pada layanan ini, pelaku usaha harus mengambil kuota antrian melalui website (www.investindonesia.go.id) satu hari sebelum tanggal layanan konsultasi. Konsultasi akan dilayani di 20 loket dengan jumlah kuota 250 per hari.
 
Kedua, layanan Call Center sebanyak tujuh jalur telepon untuk menjawab rata-rata 109 penanya per hari. Ketiga, layanan melalui e-mail. Petugas OSS rata-rata menjawab 200 e-mail per hari.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif