Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

Anggaran Kenaikan Subsidi Solar Tunggu Keputusan Banggar

Ekonomi Subsidi Solar
Eko Nordiansyah • 30 Agustus 2019 17:06
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut anggaran kenaikan subsidi solar yang disepakati antara Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM akan menunggu keputusan di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Apalagi keputusan itu belum final.
 
"Hal itu masih akan dibahas lagi di Banggar minggu depan," kata Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani kepada Medcom.id di Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.
 
Askolani enggan bicara banyak perihal dampak keputusan di rapat Komisi VII dengan Kementerian ESDM. Jika semuanya sudah diputuskan, barulah pemerintah mengalokasikan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk subsidi solar tahun depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rapat Kerja Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyepakati besaran subsidi solar Rp1.500 per liter. Kesepakatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan yang diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan 2020.
 
Jonan menjelaskan subsidi solar dialokasikan Rp1.000 per liter dengan asumsi ada penyesuaian harga ke masyarakat. Jonan mengatakan penyesuaian juga sangat tergantung pada kondisi pergerakan harga minyak dunia. Kalau diasumsikan Rp1.000 maka harga solar harus naik kira-kira Rp6.000 atau naik kurang lebih Rp1.000.
 
"Kan sekarang harganya Rp5.150, kalau ditambah Rp1.000 jadi Rp6.150, kalau plus pajak Rp7.000. Jadi mestinya harga solar dari Rp5.150 berpotensi naik menjadi Rp6.000-an atau naik Rp1.000 jadi Rp6.150. Ini tergantung harga minyak," kata Jonan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Agustus 2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif