Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

RAPBNP 2016

Ini Alasan Pemerintah Targetkan ICP di USD35/Barel

Suci Sedya Utami • 10 Juni 2016 17:28
medcom.id, Jakarta: Pemerintah dalam mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2016 masih menetapkan asumsi harga minyak Indonesia (ICP) di angka yang optimistis yakni di angka USD35 per barel.
 
Tidak ditampik, sekarang ini harga minyak tengah berada di tren penurunan. Bahkan, harga minyak dunia sempat berada di bawah USD30 per barel. Penurunan harga minyak mentah ini pun dampaknya cukup berantai bagi ekonomi dunia, termasuk ekonomi Indonesia.
 
Namun demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, banyak perkiraan yang menyebut bahwa saat ini pasokan minyak dunia mulai mengalami penurunan. Apabila pasokan minyak dunia terus menyusut maka bukan tidak mungkin membuat harganya kembali merangkak naik.

"Stok minyak dunia mulai turun," kata Bambang, di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).
 
Sementara itu, ketika harganya terbilang rendah maka pasokan minyak dunia itu tengah berlimpah. Hal itu ditunjang dengan pasokan minyak mentah dari Iran yang bisa dikatakan cukup besar jumlahnya.
 
"Sekarang stok (minyak dunia) sudah mulai keluar sehingga stoknya sudah mulai turun karena Iran sudah masuk regulern. Karena sekarang sudah jadi reguler, jadi normal lagi stoknya," pungkas Bambang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan