Tidak ditampik, sekarang ini harga minyak tengah berada di tren penurunan. Bahkan, harga minyak dunia sempat berada di bawah USD30 per barel. Penurunan harga minyak mentah ini pun dampaknya cukup berantai bagi ekonomi dunia, termasuk ekonomi Indonesia.
Namun demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, banyak perkiraan yang menyebut bahwa saat ini pasokan minyak dunia mulai mengalami penurunan. Apabila pasokan minyak dunia terus menyusut maka bukan tidak mungkin membuat harganya kembali merangkak naik.
"Stok minyak dunia mulai turun," kata Bambang, di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Jumat (10/6/2016).
Sementara itu, ketika harganya terbilang rendah maka pasokan minyak dunia itu tengah berlimpah. Hal itu ditunjang dengan pasokan minyak mentah dari Iran yang bisa dikatakan cukup besar jumlahnya.
"Sekarang stok (minyak dunia) sudah mulai keluar sehingga stoknya sudah mulai turun karena Iran sudah masuk regulern. Karena sekarang sudah jadi reguler, jadi normal lagi stoknya," pungkas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News