Ilustrasi pembangkit listrik  - - Foto: dok PLN
Ilustrasi pembangkit listrik - - Foto: dok PLN

Capai Rp88,2 Triliun, Subsidi Energi Naik 18,3%

Ekonomi subsidi bbm Sri Mulyani Kementerian Keuangan Subsidi Listrik Subsidi Energi APBN 2021
Antara • 25 Oktober 2021 21:31
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat realisasi belanja subsidi energi sejak Januari hingga September 2021 mencapai Rp88,2 triliun. Jumlah itu naik 18,3 persen dari realisasi periode yang sebesar Rp74,4 triliun.
 
"Selain bantuan sosial, masyarakat juga menikmati subsidi, dan belanja subsidi pemerintah pada tahun ini juga mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Oktober 2021 secara daring, Senin, 25 Oktober 2021.
 
Sri Mulyani menuturkan peningkatan realisasi subsidi energi terjadi seiring dengan aktivitas masyarakat yang kian membaik.

Berikut penyaluran subsidi energi:

  1. 10,244 juta kiloliter bahan bakar minyak (BBM) solar dan minyak tanah..
  2. 4,92 juta kilogram LPG tabung.
  3. 37,84 juta pelanggan listrik.
  4. 41,74 Twh konsumsi listrik.
Tak hanya subsidi energi, realisasi subsidi nonenergi juga meningkat cukup signifikan yakni 10,1 persen dari Rp39,7 triliun menjadi Rp43,8 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Subsidi nonenergi terutama yang berhubungan dengan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) rumah," ucap Sri Mulyani.
 
Adapun realisasi penyaluran subsidi energi sejak Januari-September 2021 diberikan kepada 5,6 juta debitur subsidi bunga KUR. Lalu dalam bentuk penyaluran kredit KUR senilai Rp209,2 triliun, dan SBUM untuk 99,4 ribu unit rumah.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif