Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. Metro TV
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. Metro TV

Selamat Pagi Indonesia

Tingkat Kemiskinan di Indonesia Turun, Pemerintah Harus Terus Tekan Inflasi

Ekonomi pengangguran Ekonomi Indonesia pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional Selamat Pagi Indonesia
MetroTV • 18 Januari 2022 12:22
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Indonesia menyentuh angka 9,71 persen per September 2021. Catatan ini menunjukkan penurunan 0,43 persen jika dibandingkan dengan data pada Maret 2021.
 
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan pemerintah perlu mengendalikan beberapa hal agar tingkat kemiskinan tak kembali meroket. Di antaranya adalah menjaga inflasi bahan pangan.
 
“Inflasi harga kebutuhan pokok, tarif listrik, LPG non-subsidi, dan bahan bakar minyak (BBM) itu yang perlu dikendalikan. Supaya, tidak terjadi tekanan ketika mereka (indeks kemiskinan) baru mulai mengalami pemulihan,” ujar Bhima dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Selasa, 18 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain inflasi, lanjut Bhima, pemerintah juga perlu memastikan keterbukaan kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia yang lebih baik. Menurutnya, setiap rupiah yang diinvestasikan harus berimplikasi dalam mendorong serapan tenaga kerja yang lebih luas.
 
Baca: Sejalan dengan Pemulihan Ekonomi, Penduduk Miskin Indonesia Menurun
 
Bhima menilai pemerintah harus terus menjaga dan mempertahankan efektivitas bantuan sosial, seperti bantuan tunai dan subsidi upah. Dengan demikian, pekerja rentan yang jam kerjanya masih belum penuh tidak jatuh di bawah garis kemiskinan.
 
“Pengelolaan bantuan sosial juga sangat penting, terutama integrasi data, verifikasi data yang lebih cepat, dan realisasi belanja yang tidak ditumpuk di akhir tahun,” sambung Bhima.
 
Sebelumnya, Kepala BPS, Margo Yuwono, mengumumkan jumlah penduduk miskin pada September 2021 sebanyak 26,5 juta orang. Jumlah ini merosot sebesar 1,04 juta orang dibanding data Maret 2021 dan menurun 1,05 juta orang dibading September 2020.
 
Margo mengeklaim, turunnya tingkat kemiskinan ini sejalan dengan pemulihan ekonomi Indonesia. Namun, ia juga tak menampik bahwa penurunan jumlah penduduk miskin masih belum membaik dibanding periode sebelum covid-19. (Nurisma Rahmatika)
 
(SUR)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif